{"id":127333,"date":"2025-08-07T11:08:56","date_gmt":"2025-08-07T03:08:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=127333"},"modified":"2025-08-07T17:30:05","modified_gmt":"2025-08-07T09:30:05","slug":"dishub-balikpapan-evaluasi-sistem-jukir-siapkan-tiga-skema-baru-pengelolaan-parkir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dishub-balikpapan-evaluasi-sistem-jukir-siapkan-tiga-skema-baru-pengelolaan-parkir\/","title":{"rendered":"Dishub Balikpapan Evaluasi Sistem Jukir, Siapkan Tiga Skema Baru Pengelolaan Parkir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN, beritaborneo.com \u2014<\/strong> Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah mengevaluasi sistem pengelolaan juru parkir (jukir) binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menertibkan praktik parkir liar yang masih marak di sejumlah kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Fatturahman mengatakan, evaluasi dilakukan untuk menyesuaikan pola pengelolaan jukir binaan dengan rencana skema baru yang akan diterapkan ke depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sedang melakukan evaluasi terhadap pola jukir binaan. Ke depan, kami rencanakan ada tiga skema baru pengelolaan parkir di Balikpapan,\u201d kata Fadli kepada wartawan, Selasa (05\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadli menjelaskan, skema pertama adalah kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola beberapa rute dan kantong parkir. Dalam skema ini, mitra pengelola akan menyediakan sarana prasarana (sarpras), perlengkapan jukir, hingga operasional di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan sistem pihak ketiga, pemerintah bisa lebih efisien karena tidak lagi membiayai langsung operasional jukir. Fokus kami adalah berapa besar kontribusi yang bisa masuk ke PAD,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Skema kedua adalah penerapan sistem parking gate berbasis non-tunai (cashless) di sejumlah titik strategis. Untuk tahap awal, Dishub telah menyiapkan instalasi sistem ini di tiga lokasi, yakni Stadion Batakan, Dome Balikpapan, dan kawasan Gunung Kesenian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau parking gate ini bisa berjalan optimal, dia akan menjadi sumber retribusi yang transparan dan modern. Target kami, bulan September sistem ini sudah mulai dioperasikan,\u201d jelas Fadli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun skema ketiga tetap melibatkan jukir binaan yang masih aktif hingga saat ini. Namun, Dishub akan melakukan pembinaan lebih lanjut serta menyinkronkan antara lokasi parkir, kantong parkir, dan kewajiban pelaku usaha untuk menyediakan lahan parkir sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini ada jukir binaan yang aktif dan ada yang tidak. Ini jadi fokus pembinaan kami agar ke depan sistem parkir lebih tertib dan sesuai aturan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadli juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan satuan tugas (satgas) khusus untuk penertiban parkir liar. Satgas ini akan menyasar sejumlah kawasan rawan pelanggaran, seperti Jalan MT Haryono dan pusat-pusat bisnis di Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cParkir liar masih jadi persoalan utama. Satgas akan mulai bergerak bulan Agustus ini dan kami targetkan bisa beroperasi optimal pada September,\u201d pungkasnya.[]Irw<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN, beritaborneo.com \u2014 Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah mengevaluasi sistem pengelolaan juru parkir (jukir) binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menertibkan praktik parkir liar yang masih marak di sejumlah kawasan. Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Fatturahman mengatakan, evaluasi dilakukan untuk menyesuaikan pola pengelolaan jukir binaan dengan rencana skema baru &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":127334,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[11110,11111],"class_list":["post-127333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-dishub-balikpapan","tag-jukir"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127333"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127385,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127333\/revisions\/127385"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}