{"id":128078,"date":"2025-08-11T09:05:21","date_gmt":"2025-08-11T01:05:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=128078"},"modified":"2025-08-11T09:05:21","modified_gmt":"2025-08-11T01:05:21","slug":"dukungan-jemaat-dan-pemda-iringi-pembangunan-kantor-gkii-malinau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dukungan-jemaat-dan-pemda-iringi-pembangunan-kantor-gkii-malinau\/","title":{"rendered":"Dukungan Jemaat dan Pemda Iringi Pembangunan Kantor GKII Malinau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"328\" data-end=\"679\"><strong data-start=\"328\" data-end=\"354\">MALINAU<\/strong>\u00a0\u2014 Suasana penuh sukacita dan optimisme menyelimuti kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Daerah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Malinau di Desa Tanjung Lapang, Jumat pekan lalu. Acara ini menandai dimulainya pembangunan gedung yang diharapkan menjadi pusat koordinasi pelayanan gereja di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"681\" data-end=\"913\">Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malinau Wempi W. Mawa, Ketua Daerah GKII Pdt. Wesly Lufung, M.Th, jajaran pengurus GKII, para pendeta gembala jemaat, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan sejumlah undangan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"915\" data-end=\"1198\">Ketua Panitia Pembangunan Daerah GKII, Antopianus, S.T, dalam laporannya mengungkapkan bahwa kantor yang akan dibangun dirancang berukuran 13 x 30 meter dengan satu lantai. Fasilitas di dalamnya mencakup ruang serbaguna, <em data-start=\"1136\" data-end=\"1149\">guest house<\/em>, rumah pekerja, serta area taman yang tertata. \u201cDana awal yang kami miliki sekitar 40 juta rupiah, hasil sumbangan jemaat GKII se-Malinau. Sedangkan total kebutuhan biaya mencapai kurang lebih 1,9 miliar rupiah. Harapan kami, pembangunan dapat rampung pada akhir tahun ini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1444\" data-end=\"1747\">Sementara itu, Ketua Daerah GKII Malinau, Pdt. Wesly Lufung, M.Th, menyampaikan rasa syukur atas selesainya tahap pematangan lahan yang sempat menjadi tantangan. Dukungan berbagai pihak, termasuk bantuan alat berat dari Pemerintah Kabupaten Malinau, menjadi faktor penting keberhasilan tahap awal ini. \u201cKantor ini adalah kerinduan kita bersama, agar GKII Malinau memiliki gedung yang permanen dan representatif. Selama ini, kantor yang kita gunakan masih sangat sederhana. Kami berharap pemerintah dan jemaat dapat terus mendukung hingga pembangunan selesai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2021\" data-end=\"2229\">Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan kantor tersebut. Sebagai bentuk komitmen, ia bersama istrinya menjadi pihak pertama yang memberikan sumbangan. \u201cKantor ini dibangun untuk Tuhan, jadi mari kita bersama-sama berkomitmen menyelesaikannya. Pemerintah daerah siap mendukung, meskipun untuk bantuan anggaran resmi perlu penyesuaian dengan jadwal pembahasan APBD,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2460\" data-end=\"2767\">Acara ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Malinau bersama para tokoh GKII, perwakilan pemerintah daerah, dan jemaat. Doa bersama dipanjatkan memohon kelancaran pembangunan, sehingga gedung ini kelak dapat menjadi sarana pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat dan jemaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALINAU\u00a0\u2014 Suasana penuh sukacita dan optimisme menyelimuti kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Daerah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Malinau di Desa Tanjung Lapang, Jumat pekan lalu. Acara ini menandai dimulainya pembangunan gedung yang diharapkan menjadi pusat koordinasi pelayanan gereja di wilayah tersebut. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malinau Wempi W. Mawa, Ketua Daerah GKII Pdt. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2291],"tags":[],"class_list":["post-128078","post","type-post","status-publish","format-standard","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-malinau-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128078"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128078\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128080,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128078\/revisions\/128080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}