{"id":128264,"date":"2025-07-29T16:19:09","date_gmt":"2025-07-29T08:19:09","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=128264"},"modified":"2025-10-09T14:37:58","modified_gmt":"2025-10-09T06:37:58","slug":"relawan-katana-minim-dukungan-dprd-desak-aksi-nyata-pemkot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/relawan-katana-minim-dukungan-dprd-desak-aksi-nyata-pemkot\/","title":{"rendered":"Relawan Katana Minim Dukungan, DPRD Desak Aksi Nyata Pemkot"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"329\" data-end=\"523\"><strong data-start=\"329\" data-end=\"342\">SAMARINDA<\/strong> \u2014 Program Kelurahan Tangguh Bencana (Katana), yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"525\" data-end=\"783\">Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah, mengkritik minimnya dukungan pemerintah terhadap para relawan yang tergabung dalam program tersebut. Menurutnya, keberadaan relawan Katana saat ini lebih bersifat administratif ketimbang operasional. \u201cYang terjadi sekarang, relawan Katana hanya ada di atas kertas. Tidak ada pelatihan, tidak ada peralatan. Ini pembentukan tanpa keberlanjutan,\u201d ujar Andriansyah, yang akrab disapa Aan, di Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"988\" data-end=\"1202\">Program ini dibentuk melalui Surat Keputusan (SK), namun tidak dibarengi pelatihan atau penyediaan fasilitas memadai. Padahal, kata Aan, Samarinda termasuk daerah rawan bencana, terutama banjir dan tanah longsor. \u201cRelawan ini seharusnya menjadi garda terdepan saat bencana terjadi. Tapi bagaimana bisa bergerak jika mereka bahkan tidak punya alat dasar atau pemahaman teknis?\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1381\" data-end=\"1649\">Ia menilai lemahnya implementasi Program Katana mencerminkan rendahnya komitmen pemerintah dalam membangun sistem mitigasi bencana berbasis komunitas. Padahal, jika dikelola dengan baik, relawan dapat menjadi ujung tombak penanganan darurat di wilayah masing-masing. \u201cIni bukan sekadar program seremonial. Pemerintah harus hadir dengan dukungan riil, bukan hanya legalitas formal,\u201d ujarnya pada (28\/07\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1778\" data-end=\"1974\">Aan mendesak Pemerintah Kota Samarinda segera mengevaluasi pelaksanaan Program Katana dan mengalokasikan anggaran khusus untuk pembinaan, pelatihan, serta penyediaan peralatan bagi para relawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1976\" data-end=\"2168\">\u201cPemerintah jangan hanya bangga karena sudah membentuk, tapi juga harus membina. Kalau tidak, itu sama saja mengabaikan potensi besar yang bisa menyelamatkan warga di saat darurat,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2170\" data-end=\"2416\">Ia berharap ke depan, relawan Katana tidak hanya menjadi nama dalam dokumen, tetapi benar-benar dilibatkan secara aktif, memiliki keterampilan yang relevan, serta menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan bencana di tingkat kelurahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2418\" data-end=\"2548\">\u201cYang dibutuhkan masyarakat bukan hanya kebijakan, tapi aksi konkret. Relawan harus diberdayakan, bukan dibiarkan,\u201d pungkas Aan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2550\" data-end=\"2619\">Penulis: Muhammad Ikhsan<br data-start=\"2581\" data-end=\"2584\" \/>Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2014 Program Kelurahan Tangguh Bencana (Katana), yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah, mengkritik minimnya dukungan pemerintah terhadap para relawan yang tergabung dalam program tersebut. Menurutnya, keberadaan relawan Katana saat ini lebih bersifat administratif ketimbang operasional. \u201cYang terjadi sekarang, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":128268,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[],"class_list":["post-128264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128264"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128269,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128264\/revisions\/128269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}