{"id":12860,"date":"2015-10-03T00:35:46","date_gmt":"2015-10-02T16:35:46","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=12860"},"modified":"2015-10-03T00:35:46","modified_gmt":"2015-10-02T16:35:46","slug":"jatam-bilang-bikin-pltn-bunuh-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jatam-bilang-bikin-pltn-bunuh-diri\/","title":{"rendered":"Jatam Bilang, Bikin PLTN = Bunuh Diri"},"content":{"rendered":"<div><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<figure id=\"attachment_12902\" aria-describedby=\"caption-attachment-12902\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/Kota-Mati-Chernobyl.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-12902 size-full\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/Kota-Mati-Chernobyl.jpg\" alt=\"Kota Mati Chernobyl\" width=\"663\" height=\"382\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-12902\" class=\"wp-caption-text\">Kota mati Chernobyl akibat radiasi nuklir pembangkit listrik.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Keinginan Kaltim membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terus dimatangkan. Meski pemodal belum ada, target pembangunan dicanangkan.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Menurut rencana, <em>groundbreaking<\/em> atau peletakan batu pertama tanda pembangunan PLTN pada 2017. Pro-kontra pun terus mengiringi megaproyek bernilai triliunan rupiah tersebut.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur \u00a0Kaltim, Rabu (30\/9) lalu, dihelat seminar peringatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas). Namun, seminar yang dimulai pukul 09.00 Wita itu berjalan tak lazim. Di tengah acara atau sekitar dua jam setelah dimulai, delapan orang yang tergabung dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim beranjak dari kursi.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Mereka duduk terpencar kemudian maju ke sisi depan di kiri ruangan. Mereka menjalankan aksi diam. Tangan terbalut sarung medis berwarna putih dan memakai masker. Lima lembar karton yang dipegang bertulis <em>Lingkungan Bukan Energi Nuklir<\/em>. Spanduk lain memuat lambang nuklir.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Aksi itu sempat mengalihkan perhatian para peserta seminar. Tidak sedikit yang mengabadikan momen dengan jepretan kamera ponsel. Sempat dihampiri panitia acara, mereka bersepakat aksi hanya diberi waktu 30 menit. Di pengujung waktu, mereka lalu naik ke panggung di belakang meja narasumber seminar. Hanya sebuah penanda aksi berakhir.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Koordinator aksi dan kampanye dari Jatam Kaltim, Didit Haryadi, mengatakan mereka memang memenuhi undangan Gubernur Kaltim dalam peringatan Harteknas. Aksi diam mengambil panggung untuk menyampaikan tuntutan Jatam yang menolak rencana pembangunan PLTN di Talisayan, Berau.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cBagaimana mau bicara nuklir? Energi yang selama ini dikeruk seperti batu bara saja tidak becus dilaksanakan,\u201d ucap dia selepas aksi.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cBatu bara di Kaltim bukan menerangi Kaltim. Tapi, menerangi Pulau Jawa dan diekspor ke luar negeri,\u201d sambungnya. Jauh berbeda bila emas hitam dikelola dengan baik. Jatam meyakini, Kaltim tak akan krisis listrik atau energi.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Rencana pembangunan PLTN justru sama dengan kebijakan bunuh diri. Bahkan, disebut sebagai malapetaka bagi masyarakat Bumi Mulawarman. Langkah selanjutnya, Jatam tetap mengkritik dan membangun aliansi bahwa PLTN tidak layak dibangun di provinsi ini.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cHarus belajar kejadian Chernobyl dan Fukushima. Itu kegagalan PLTN yang sekarang digadang-gadang Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional),\u201d tutur Didit. Lagi pula, selama ini yang disosialisasikan tentang PLTN seputar yang baik-baik saja. Menurut Jatam, itu kebohongan publik.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Ketimbang nuklir, lebih baik memanfaatkan energi ramah lingkungan semisal pembangkit tenaga air, angin, atau panas bumi. Bukannya mengoptimalkan sumber energi alternatif yang murah dan aman, sebut dia, Pemprov justru merencanakan membangun PLTN.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Sebelum aksi, LSM peduli lingkungan itu menggugat Pejabat Penyedia Informasi Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim. Sebab, data nota kesepahaman atau <em>memorandum of understanding<\/em> (MoU) antara Batan dan Pemprov ditutup.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cMenjadi pertanyaan besar bagi kami. Apa alasan data itu harus disembunyikan? Harusnya dibuka kepada publik,\u201d ujarnya.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Merah Johansyah, dinamisator Jatam Kaltim, mengatakan bahwa hal itu membuat pihaknya mengendus aroma kejahatan informasi. \u201cAlasan mereka (Balitbangda, <em>Red<\/em>), dalam klausul MoU disebutkan bersifat rahasia. Kami melihat ada niat buruk,\u201d sebutnya.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Padahal, jika merujuk UU 14\/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, disebutkan bahwa setiap MoU atas nama pemerintah kepada swasta, mesti dibuka ke publik. Pemerintah ialah lembaga publik yang dibiayai dana publik. \u201cKami mengultimatum pemprov agar dibuka. Zaman sekarang <em>kok<\/em> ditutupi. Kalau tidak salah, kenapa risih?\u201d<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Sementara itu, Kepala Balitbangda Kaltim Dwi Nugroho Hidayanto menuturkan, ada pertimbangan memilih nuklir sebagai sumber energi. Negara maju sudah banyak memanfaatkan energi tersebut. Di Tiongkok, sebagai contoh, sudah ada 24 reaktor nuklir untuk pembangkit listrik. Korea Selatan dan Rusia juga demikian. \u201cJadi perlu memulai. Diskusi ini sebagai mata rantai membangun energi yang lebih baik,\u201d ujar dia.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Diakuinya, memang bukan hal sederhana. Perlu dukungan semua pihak. Namun, dia menganggap pro-kontra merupakan hal yang biasa ketika memulai sesuatu yang baru. Diyakini, setelah paham, selanjutnya mendukung.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cLSM yang menolak atau resisten biasanya belum paham. Di Kaltim, akan didirikan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia atau Himni,\u201d kata guru besar Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman, Samarinda, itu.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Dia melanjutkan, cara itu dapat mengedukasi masyarakat agar yang paham semakin banyak dan tidak resisten. \u201cAksi tadi (kemarin siang) hal wajar. Dua hari lalu (28\/9), di antara mereka datang ke kantor saya. Tanya berbagai hal dan kami undang,\u201d terangnya.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Dia mengatakan, dengan menghadiri undangan, seminar diharapkan menjadi wadah diskusi. Bukan wadah aksi seperti yang diperbuat para aktivis. Meski hanya aksi damai, kata dia, tak elok dilihat. \u201cTapi, tidak apa-apa. Bagian dari berdemokrasi. Evaluasi kami, masyarakat kurang teredukasi,\u201d terang Dwi.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<figure id=\"attachment_12861\" aria-describedby=\"caption-attachment-12861\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/nuklir-kaltim-kian-matang.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-12861 size-full\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/nuklir-kaltim-kian-matang.jpg\" alt=\"nuklir-kaltim-kian-matang\" width=\"650\" height=\"381\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-12861\" class=\"wp-caption-text\">Aksi di tengah seminar.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Mengenai permintaan data dari Jatam, dia menjelaskan, ada aturan yang disepakati Batan dengan pemprov. Salah satu pasal menyebutkan, MoU tak boleh berada di tangan pihak ketiga. Dia menuturkan, itu merupakan rahasia negara.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cSaya katakan, apa Anda mau saya dihukum gara-gara itu? Sudah saya ceritakan bahwa kerja sama Batan dengan Pemprov mengenai penggunaan nuklir untuk kesejahteraan dan pembangunan,\u201d jelasnya.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Dia menepis telah ada MoU dengan China General Nuclear (CGN), investor dari Tiongkok. Namun, CGN memang pernah bersurat kepada pemprov untuk mengajak kerja sama. Secara aturan, kerja sama dibuat oleh pemerintah RI dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Menanggapi rencana pembangunan PLTN yang tidak termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kaltim 2013\u20132018, bukan jadi soal. Menurut dia, bila dianggap penting, hal tersebut bisa diadakan melalui revisi.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">Ditambahkan, bila berbicara konteks kepentingan Kaltim, mau tak mau masa depan energi adalah nuklir. Energi terbarukan itu hanya berskala kecil. Tapi, bukan berarti menyampingkan keberadaan semisal biomassa.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Tahoma,Geneva,sans-serif;\">\u201cMemulai nuklir adalah sebuah langkah maju. Tahap awal 50 MW. Jangka panjang membangun 1.000 MW,\u201d pungkas dia. [] Irwanto Sianturi<br \/>\n<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Keinginan Kaltim membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terus dimatangkan. Meski pemodal belum ada, target pembangunan dicanangkan. Menurut rencana, groundbreaking atau peletakan batu pertama tanda pembangunan PLTN pada 2017. Pro-kontra pun terus mengiringi megaproyek bernilai triliunan rupiah tersebut. Di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur \u00a0Kaltim, Rabu (30\/9) lalu, dihelat seminar peringatan Hari Teknologi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12902,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,37],"tags":[1579,1580,1581,1582,609,1583],"class_list":["post-12860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-akan-didirikan-himpunan-masyarakat-nuklir-indonesia-atau-himni","tag-itu","tag-jaringan-advokasi-tambang-jatam-kaltim","tag-pltn-kaltim","tag-samarinda","tag-universitas-mulawarman"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12860"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12860\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}