{"id":128654,"date":"2025-08-12T15:24:11","date_gmt":"2025-08-12T07:24:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=128654"},"modified":"2025-08-16T15:32:25","modified_gmt":"2025-08-16T07:32:25","slug":"dprd-samarinda-soroti-kesenjangan-gaji-guru-negeri-dan-swasta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-soroti-kesenjangan-gaji-guru-negeri-dan-swasta\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda Soroti Kesenjangan Gaji Guru Negeri dan Swasta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"207\" data-end=\"487\"><strong data-start=\"207\" data-end=\"222\">SAMARINDA &#8211;<\/strong> Persoalan kesejahteraan tenaga pendidik kembali mengemuka di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Anggota Komisi IV, Ismail Latisi, menekankan pentingnya peran negara dalam memastikan kelayakan gaji guru dan dosen, khususnya yang mengajar di sekolah dan perguruan tinggi negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"489\" data-end=\"738\">\u201cGaji guru dan dosen, kalau kita bicara sekolah negeri, itu kan sudah kita pastikan di sekolah negeri, kampus negeri penggajiannya merupakan tanggung jawab dari negara,\u201d ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Senin (11\/08\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"740\" data-end=\"1074\">Meski demikian, Ismail menyoroti adanya perbedaan mencolok antara guru negeri dan swasta. Menurutnya, guru di sekolah swasta umumnya masih bergantung pada kebijakan yayasan dalam hal penggajian. \u201cTapi kalau kita berbicaranya kemudian di sini sekolah-sekolah swasta ya memang penggajian secara umum tanggung jawab yayasan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1076\" data-end=\"1440\">Ia menegaskan, sekalipun sekolah swasta berada di bawah naungan yayasan, pemerintah tetap tidak boleh mengabaikan perannya. Menurutnya, kehadiran negara tetap diperlukan agar para guru di lembaga pendidikan swasta juga mendapatkan perhatian. \u201cKalau sekolah yang ada di bawah yayasan harapannya kemudian pemerintah tetap hadir, tidak lepas begitu saja,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1442\" data-end=\"1902\">Ismail menyebut bahwa di Samarinda telah berjalan program insentif bagi guru, termasuk mereka yang mengajar di sekolah swasta. Program ini, kata dia, menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. \u201cContohnya kalau kita berbicara kemudian Kota Samarinda misalnya, ada insentif yang diberikan kemudian kepada guru-guru, khususnya guru-guru swasta supaya mereka terangkat juga kemudian kehidupannya,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1904\" data-end=\"2140\">Ia menilai posisi guru swasta sama pentingnya dengan guru negeri, karena sama-sama memikul tanggung jawab mendidik generasi muda. \u201cKarena mereka melakukan hal yang sama, melakukan pendidikan terhadap siswa, anak-anak bangsa,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2142\" data-end=\"2350\">Lebih lanjut, ia mengaitkan kesejahteraan guru dengan cita-cita besar Indonesia mencetak generasi emas pada 2045. \u201cBagaimana kemudian menjadikan generasi emas Indonesia di 2045 itu tercapai, gitu,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2352\" data-end=\"2741\">Menurut Ismail, kualitas pendidikan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi para guru. Apabila mereka hidup lebih sejahtera, semangat dalam mengajar akan meningkat sehingga berdampak positif bagi mutu pembelajaran. \u201cKalau seandainya guru-guru sejahtera, ngajarnya juga enak, nyaman, efek domino-nya ke siswa, artinya tadi tingkat kualitas pendidikan juga akan semakin meningkat,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2743\" data-end=\"3033\">Di akhir pernyataannya, Ismail berharap agar pemerintah tidak menutup mata terhadap guru swasta, melainkan terus menunjukkan kepedulian demi keberlangsungan pendidikan di daerah. \u201cHarapannya pemerintah tidak lepas tangan begitu saja, tapi tetap ada perhatian dari pemerintah,\u201d pungkasnya.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"2743\" data-end=\"3033\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Persoalan kesejahteraan tenaga pendidik kembali mengemuka di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Anggota Komisi IV, Ismail Latisi, menekankan pentingnya peran negara dalam memastikan kelayakan gaji guru dan dosen, khususnya yang mengajar di sekolah dan perguruan tinggi negeri. \u201cGaji guru dan dosen, kalau kita bicara sekolah negeri, itu kan sudah kita pastikan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":128659,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[1902,150,11235],"class_list":["post-128654","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-dosen","tag-guru","tag-ismail-latisi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128654"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128654\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129139,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128654\/revisions\/129139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}