{"id":128725,"date":"2025-08-12T15:58:33","date_gmt":"2025-08-12T07:58:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=128725"},"modified":"2025-08-18T16:33:05","modified_gmt":"2025-08-18T08:33:05","slug":"dprd-kukar-dorong-optimalisasi-aset-daerah-untuk-tingkatkan-pad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-kukar-dorong-optimalisasi-aset-daerah-untuk-tingkatkan-pad\/","title":{"rendered":"DPRD Kukar Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"279\" data-end=\"597\"><strong data-start=\"279\" data-end=\"295\">KUTAI KARTANEGARA \u2013<\/strong> Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menjadi perhatian serius \u00a0Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu fokus yang kini mendapat dukungan penuh adalah optimalisasi pemanfaatan aset daerah agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"599\" data-end=\"866\">Hal itu ditegaskan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kukar, Fathlon Nisa, saat menyampaikan nota penjelasan dalam Rapat Paripurna DPRD Kukar masa sidang ke-31, 32, dan 33, yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Senin (11\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"868\" data-end=\"1259\">Menurut Fathlon, aset yang dimiliki daerah tidak seharusnya dibiarkan begitu saja hingga menjadi beban pemeliharaan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang produktif sehingga dapat memberi manfaat langsung untuk masyarakat. \u201cSetiap dari aset daerah harus memiliki nilai ekonomi. Jika dikelola dengan baik akan dapat menjadi sumber pemasukan yang cukup signifikan bagi daerah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1261\" data-end=\"1672\">Ia menambahkan, salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Namun, Fathlon mengingatkan bahwa langkah itu harus melalui kajian mendalam agar risiko kerugian negara dapat diminimalisir. \u201cKehadiran dari IKN juga akan memberikan dampak, yang membawa arus barang, jasa, dan juga orang. Hal ini, harus dapat kita manfaatkan serta dapat disiapkan dari sekarang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1674\" data-end=\"1953\">DPRD Kukar, kata dia, berkomitmen mendorong pembahasan bersama pihak eksekutif terkait rencana jangka panjang pengelolaan aset. Evaluasi terhadap aset yang tidak produktif disebut akan menjadi salah satu prioritas agar dapat dialihkan atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1955\" data-end=\"2168\">\u201cMelalui langkah tersebut, DPRD Kukar optimis pengelolaan aset daerah akan dapat berjalan dengan lebih optimal. Dapat meningkatkan PAD, serta menciptakan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Kukar,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2170\" data-end=\"2493\">Dengan dukungan penuh legislatif, harapan besar kini tertuju pada implementasi kebijakan pengelolaan aset yang lebih terarah. Selain meningkatkan PAD, strategi ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian lokal, terlebih dengan peluang besar yang hadir seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2495\" data-end=\"2518\">Penulis: Rudi Harahap | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menjadi perhatian serius \u00a0Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu fokus yang kini mendapat dukungan penuh adalah optimalisasi pemanfaatan aset daerah agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditegaskan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":130037,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[11276],"class_list":["post-128725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-fathlon-nisa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128725"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130039,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128725\/revisions\/130039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}