{"id":128740,"date":"2025-08-12T17:06:07","date_gmt":"2025-08-12T09:06:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=128740"},"modified":"2025-08-18T17:50:27","modified_gmt":"2025-08-18T09:50:27","slug":"ahmad-yani-dorong-bumd-maksimalkan-pad-kukar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ahmad-yani-dorong-bumd-maksimalkan-pad-kukar\/","title":{"rendered":"Ahmad Yani Dorong BUMD Maksimalkan PAD Kukar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"287\" data-end=\"673\"><strong data-start=\"287\" data-end=\"310\">KUTAI KARTANEGARA &#8211;<\/strong> Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dorongan ini sejalan dengan upaya DPRD untuk memaksimalkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"675\" data-end=\"1360\">Ahmad Yani menekankan bahwa Kukar memiliki potensi ekonomi yang luas, mulai dari sektor Migas, pertanian, perkebunan, peternakan, hingga pertambangan. Menurutnya, APBD tidak hanya harus dipandang sebagai alat pengeluaran, tetapi juga sebagai instrumen yang mampu menghasilkan keuntungan bagi daerah. \u201cHal ini harus dapat kita manfaat dengan baik, dan dioptimalkan lagi. Selama ini, APBD lebih dipandang sebagai biaya pengeluaran, tanpa memperhitungkan kemungkinan keuntungan yang bisa kembali ke kas daerah. Dari dana Triliunan yang kita keluarkan, setidaknya harus ada pengembalian minimal setengahnya dalam bentuk PAD,\u201d jelasnya kepada awak media di Tenggarong, Senin (11\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1362\" data-end=\"1754\">Dalam hal ini, BUMD diyakini memiliki peran strategis untuk memastikan manfaat APBD dapat kembali ke kas daerah. Ahmad Yani menyoroti bahwa selama ini BUMD belum sepenuhnya dilibatkan dalam proyek-proyek pemerintah yang menggunakan dana APBD. \u201cJika mereka kita libatkan, pastinya keuntungan dari proyek tersebut akan bisa tetap berada di daerah dan dapat memperkuat ekonomi lokal,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1756\" data-end=\"1995\">Ia menambahkan, BUMD seharusnya berperan lebih aktif, baik sebagai kontraktor maupun mitra dalam proyek infrastruktur. Dengan keterlibatan yang lebih nyata, BUMD dapat berkontribusi secara langsung terhadap percepatan pembangunan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1997\" data-end=\"2536\">Ahmad Yani juga menegaskan bahwa DPRD Kukar telah menyiapkan kebijakan pendukung agar BUMD dapat bergerak secara optimal. Namun, keberhasilan implementasi tetap bergantung pada sinergi antara BUMD dengan perusahaan besar lainnya di Kukar. \u201cDPRD Kukar telah mempersiapkan kebijakan pendukungnya, dan tinggal menunggu implementasi yang serius. Sinergi dan kolaborasi antara BUMD bersama dengan Perusahaan besar lainnya di Kukar, menjadi suatu kunci penting agar bisnis di daerah dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2538\" data-end=\"2745\">Dorongan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja BUMD, tetapi juga memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan PAD secara berkesinambungan.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2747\" data-end=\"2770\">Penulis: Rudi Harahap | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dorongan ini sejalan dengan upaya DPRD untuk memaksimalkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ahmad Yani menekankan bahwa Kukar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":130068,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[10077,11278],"class_list":["post-128740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-ahmad-yani","tag-bumd-kukar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128740"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128740\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130069,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128740\/revisions\/130069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}