{"id":128916,"date":"2025-08-13T09:46:52","date_gmt":"2025-08-13T01:46:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=128916"},"modified":"2025-08-20T09:48:54","modified_gmt":"2025-08-20T01:48:54","slug":"dispora-kaltim-hidupkan-kembali-olahraga-tradisional-untuk-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dispora-kaltim-hidupkan-kembali-olahraga-tradisional-untuk-generasi-muda\/","title":{"rendered":"Dispora Kaltim Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional untuk Generasi Muda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"233\" data-end=\"610\"><b>SAMARINDA <\/b>\u2013 Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan terobosan baru dalam program pembudayaan olahraga. Melalui rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang, Dispora Kaltim berupaya menghidupkan kembali berbagai olahraga tradisional yang kian jarang ditemui dalam keseharian, khususnya di kalangan generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"612\" data-end=\"1081\">Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, mengungkapkan pihaknya tengah merancang sejumlah kegiatan baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. \u201cKami berencana menggelar event-event baru yang sebelumnya belum pernah kami laksanakan. Misalnya, lomba layangan, dan ada juga wacana untuk mengadakan permainan tradisional seperti \u2018asin\u2019 atau menghadang, hingga kasti,\u201d ujarnya saat diwawancarai di Kantor Dispora Kaltim, Selasa (12\/8\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1083\" data-end=\"1556\">Menurut Bagus, permainan tradisional tersebut pada masanya sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja. Namun, seiring perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, permainan itu mulai dilupakan. \u201cPermainan-permainan ini dulunya sangat populer, tetapi sekarang mulai jarang dikenal oleh generasi yang akrab dengan gadget. Karena itu, kami akan melakukan sosialisasi untuk mengenalkan kembali olahraga-olahraga tradisional tersebut kepada generasi muda,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1558\" data-end=\"1935\">Dispora Kaltim menilai, menghidupkan kembali olahraga tradisional tidak hanya sekadar melestarikan warisan budaya, tetapi juga bermanfaat bagi pembentukan karakter. Permainan seperti kasti dan menghadang, kata Bagus, mengajarkan kerja sama, sportivitas, serta strategi. Sedangkan lomba layangan dapat menjadi wadah kreativitas sekaligus melatih keterampilan teknis anak-anak. \u201cGenerasi muda saat ini memang lebih akrab dengan permainan digital. Namun, kita tidak boleh melupakan nilai-nilai positif dari permainan tradisional. Selain menyehatkan fisik, permainan tersebut juga membentuk karakter dan mempererat interaksi sosial,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2204\" data-end=\"2639\">Untuk mendukung gagasan itu, Dispora Kaltim akan menggandeng sekolah, komunitas, serta pemerintah kabupaten\/kota. Pelaksanaannya akan dimulai dengan sosialisasi dan pengenalan jenis permainan, kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan lomba di tingkat daerah. \u201cKami ingin olahraga tradisional ini kembali populer, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga menjadi bagian dari kegiatan rutin di sekolah maupun masyarakat,\u201d tegas Bagus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2641\" data-end=\"3042\">Ia menekankan, upaya ini penting agar generasi muda tidak hanya terfokus pada dunia digital, tetapi juga mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan permainan tradisional yang merupakan bagian dari identitas budaya bangsa. \u201cKalau kita tidak mulai dari sekarang, permainan tradisional ini bisa benar-benar hilang. Tugas kita adalah memastikan mereka tetap hidup dan relevan di masa kini,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3044\" data-end=\"3324\">Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Dispora Kaltim dalam membentuk generasi muda yang sehat, kreatif, serta memiliki semangat kebersamaan. Olahraga tradisional diharapkan dapat menjadi jembatan antara nilai budaya masa lalu dengan tantangan era modern yang serba cepat. []\n<p data-start=\"3044\" data-end=\"3324\">Penulis ; Rifki Irlika A | Penyunting : Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan terobosan baru dalam program pembudayaan olahraga. Melalui rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang, Dispora Kaltim berupaya menghidupkan kembali berbagai olahraga tradisional yang kian jarang ditemui dalam keseharian, khususnya di kalangan generasi muda. Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":128917,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[11216],"class_list":["post-128916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-aa-bagus-sugiarta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128916"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130269,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128916\/revisions\/130269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}