{"id":129120,"date":"2025-08-16T12:32:32","date_gmt":"2025-08-16T04:32:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=129120"},"modified":"2025-08-17T12:51:49","modified_gmt":"2025-08-17T04:51:49","slug":"festival-benuo-taka-hadirkan-budaya-ppu-di-jantung-kota-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/festival-benuo-taka-hadirkan-budaya-ppu-di-jantung-kota-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Festival Benuo Taka Hadirkan Budaya PPU di Jantung Kota Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"355\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"16\">YOGYAKARTA \u2013<\/strong> Suasana Taman Budaya Yogyakarta, Jumat malam (15\/08\/2025), dipenuhi ratusan penonton yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, wisatawan, hingga pegiat seni. Mereka antusias menyaksikan gelaran Festival Benuo Taka 2025 yang membawa kekayaan budaya khas Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), ke Kota Gudeg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"357\" data-end=\"781\">Acara tersebut dihadiri Bupati PPU Mudyat Noor bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) PPU, perwakilan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, akademisi, serta tamu undangan lainnya. Bagi Pemerintah Kabupaten PPU, kehadiran di Yogyakarta bukan hanya sebatas menampilkan atraksi seni, melainkan juga sebagai langkah memperkenalkan identitas daerah sekaligus menjalin pertukaran nilai budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"783\" data-end=\"1067\">\u201cKami datang dari Benuo Taka\u2014yang berarti \u2018Tanah Kita\u2019 dalam bahasa Paser\u2014untuk membawa sebagian kekayaan budaya ke jantung budaya Nusantara, Yogyakarta. Ini bukan sekadar nama, tapi identitas dan simbol rasa memiliki terhadap tanah kelahiran,\u201d kata Bupati Mudyat dalam sambutannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1069\" data-end=\"1444\">Ia menambahkan, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi festival karena dikenal sebagai kota pelajar sekaligus pusat budaya yang memiliki daya tarik nasional dan internasional. \u201cBudaya adalah kekuatan yang mampu membangun citra daerah, menarik wisatawan, dan memperkuat persatuan bangsa. Inilah pesan yang kami bawa dari gerbang Ibu Kota Nusantara, yakni Kabupaten PPU,\u201d ujarnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_129419\" aria-describedby=\"caption-attachment-129419\" style=\"width: 402px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-129419\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6127457239808724118_y-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"402\" height=\"268\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6127457239808724118_y-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6127457239808724118_y-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6127457239808724118_y-768x512.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6127457239808724118_y.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 402px) 100vw, 402px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-129419\" class=\"wp-caption-text\">Festival Benuo Taka Kota Yogyakarta<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1446\" data-end=\"1917\">Festival semakin bermakna karena melibatkan mahasiswa dan pelajar asal PPU yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa PPU\u2013Yogyakarta dan menampilkan tarian, musik tradisional, serta karya seni lainnya. \u201cAlhamdulillah, untuk pertama kalinya para mahasiswa dan pelajar asal PPU di Yogyakarta mampu menunjukkan dedikasinya dalam memperkenalkan budaya daerah. Ini luar biasa,\u201d ungkap Mudyat penuh apresiasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1919\" data-end=\"2327\">Dalam kesempatan itu, Bupati PPU juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, penggiat seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival. Ia berharap Festival Benuo Taka dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi PPU sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2329\" data-end=\"2524\">\u201cSemoga kolaborasi dalam menjaga dan merawat kebudayaan ini tidak hanya menjadi ajang promosi daerah, tetapi juga memperkuat komitmen kita dalam merawat nilai-nilai luhur bangsa,\u201d pungkasnya.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2526\" data-end=\"2563\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Suasana Taman Budaya Yogyakarta, Jumat malam (15\/08\/2025), dipenuhi ratusan penonton yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, wisatawan, hingga pegiat seni. Mereka antusias menyaksikan gelaran Festival Benuo Taka 2025 yang membawa kekayaan budaya khas Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), ke Kota Gudeg. Acara tersebut dihadiri Bupati PPU Mudyat Noor &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":129416,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[9516],"class_list":["post-129120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-mudyat-noor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129120"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129422,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129120\/revisions\/129422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/129416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}