{"id":129212,"date":"2025-08-16T14:18:54","date_gmt":"2025-08-16T06:18:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=129212"},"modified":"2025-08-31T15:42:14","modified_gmt":"2025-08-31T07:42:14","slug":"komisi-i-dprd-kaltim-soroti-opd-abaikan-rekomendasi-bpk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/komisi-i-dprd-kaltim-soroti-opd-abaikan-rekomendasi-bpk\/","title":{"rendered":"Komisi I DPRD Kaltim Soroti OPD Abaikan Rekomendasi BPK"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"311\" data-end=\"822\"><strong data-start=\"311\" data-end=\"327\">SAMARINDA &#8211;<\/strong> Permasalahan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) kembali menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim). Forum yang digelar bersama Inspektorat Daerah Kaltim dan Sekretariat DPRD Kaltim di Ballroom Hotel Grand Jatra Balikpapan pada Rabu (13\/08\/2025) lalu itu mengungkapkan masih ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menindaklanjuti rekomendasi BPK.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"824\" data-end=\"1021\">Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian serius. Ia menyebut, masih ada temuan dari BPK yang dibiarkan tanpa tindak lanjut selama bertahun-tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1023\" data-end=\"1334\">\u201cAda yang dua sampai tiga tahun temuan LHP-nya belum ditindaklanjuti oleh OPD tertentu, kami akan mendorong ini agar ada rapat khusus yang konsen kepada tindak lanjut dari hasil LHP BPK RI,\u201d ujar Salehuddin kepada awak media saat ditemui di kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jumat (15\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1336\" data-end=\"1607\">Menurutnya, rapat kerja tersebut tidak hanya membahas evaluasi kinerja, melainkan juga memperkuat upaya pencegahan agar pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai aturan. Dengan demikian, program kerja tahun 2025 dapat terarah dan penggunaan anggaran lebih transparan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1609\" data-end=\"1869\">\u201cMelakukan proses penguatan terkait dengan proses pencegahan yang terutama, terkait kinerja-kinerja keuangan, program kegiatan mereka, selama tahun 2025 ini sampai di bulan Agustus ini,\u201d jelas legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Kutai Kartanegara itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1871\" data-end=\"2236\">Ia menegaskan bahwa rapat serupa sebaiknya dijadikan agenda rutin. Hal ini, kata dia, penting agar OPD dapat menyampaikan secara terbuka capaian kegiatan, hambatan yang ditemui, serta rencana program pada tahun berikutnya. Langkah itu diyakini akan mendorong peningkatan akuntabilitas sekaligus mempercepat respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2238\" data-end=\"2593\">\u201cBerharap mendapatkan gambaran program kegiatan yang sudah berjalan di tahun 2025 yang telah menjadi agenda rutin, meliputi apa saja yang sudah berjalan, kemudian apa yang belum, problemnya, realisasi kegiatannya, tantangannya, sekaligus juga prognosis kegiatan yang mereka akan usulkan tahun 2006,\u201d tutup politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2595\" data-end=\"2621\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Permasalahan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) kembali menjadi sorotan dalam rapat kerja Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim). Forum yang digelar bersama Inspektorat Daerah Kaltim dan Sekretariat DPRD Kaltim di Ballroom Hotel Grand Jatra Balikpapan pada Rabu (13\/08\/2025) lalu itu mengungkapkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":129929,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[2581,1812],"class_list":["post-129212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-lhp","tag-salehuddin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129212"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129931,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129212\/revisions\/129931"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/129929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}