{"id":12964,"date":"2015-10-09T12:01:23","date_gmt":"2015-10-09T04:01:23","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=12964"},"modified":"2015-10-09T12:01:23","modified_gmt":"2015-10-09T04:01:23","slug":"satelit-aqua-terra-kembali-mendeteksi-37-titik-api-terbesar-di-kotabaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/satelit-aqua-terra-kembali-mendeteksi-37-titik-api-terbesar-di-kotabaru\/","title":{"rendered":"Satelit Aqua Terra Kembali Mendeteksi 37 Titik Api Terbesar di Kotabaru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/atasi-kebakaran-hutan-pemerintah-bikin-hujan-buatan-di-riau.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-12965 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/atasi-kebakaran-hutan-pemerintah-bikin-hujan-buatan-di-riau.jpg\" alt=\"atasi-kebakaran-hutan-pemerintah-bikin-hujan-buatan-di-riau\" width=\"670\" height=\"335\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>KOTABARU<\/strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan, melalui Satelit Aqua Terra mendeteksi 37 titik api yang tersebar di daerah yang berjuluk &#8220;Bumi Saijaan&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan laporan Pusat Data dan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan, 37 titik api atau hotspot tersebut terdeteksi pada 8 Oktober sekitar pukul 06.00 Wita,&#8221; kata Kepala Badan<\/p>\n<p>Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru Irian Noor melalui Kasi Penanggulangan Bencana Sugeng di Kotabaru, Pada Hari Kamis (8\/10).<\/p>\n<p>Dikatakannya, titik api juga ditemukan di delapan kabupaten\/kota di Kalimantan Selatan yang berjumlah 124 titik api.<\/p>\n<p>Kabupaten Banjar ditemukan 18 titik api, Tanah Laut 24 titik api, Kotabaru 37 titik api, Tanah Bumbu 35 titik api, Barito Kuala 4 titik api, Tapin 4 titik api, Hulu Sungai Selatan dan Balangan masing-masing satu titik api.<\/p>\n<p>Selain titik panas, satelit Aqua Terra juga mendeteksi bahwa tinggi gelombang di Perairan Selatan Kalimantan Selatan sekitar 1,3 meter-2,5 meter. Sedangkan tinggi gelombang di Perairan Kotabaru sekitar 2 meter &#8211; 3 meter.<\/p>\n<p>Jarak pandang mendatar minimum 600 meter terjadi pada pukul 06.00 Wita dan diprakirakan jarak pandang membaik pada pukul 09.00 Wita (7 Kilometer).<\/p>\n<p>Angin secara umum dari arah tenggara dengan kecepatan 5-16 knots (09-30 kilometer per jam). Temperatur max 36.0 C dan temperatur min 21.0 C. Dan kelembaban 37-92 persen.Secara umum kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan berawan. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTABARU &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan, melalui Satelit Aqua Terra mendeteksi 37 titik api yang tersebar di daerah yang berjuluk &#8220;Bumi Saijaan&#8221;. &#8220;Berdasarkan laporan Pusat Data dan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan, 37 titik api atau hotspot tersebut terdeteksi pada 8 Oktober sekitar pukul 06.00 Wita,&#8221; kata Kepala Badan Penanggulangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12965,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2276,2299],"tags":[],"class_list":["post-12964","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-kotabaru-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12964"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12964\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}