{"id":12976,"date":"2015-10-09T12:29:41","date_gmt":"2015-10-09T04:29:41","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=12976"},"modified":"2015-10-09T12:29:41","modified_gmt":"2015-10-09T04:29:41","slug":"akibat-kemarau-pdam-pendistribusian-air-bersih-secara-bergilir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akibat-kemarau-pdam-pendistribusian-air-bersih-secara-bergilir\/","title":{"rendered":"Akibat Kemarau PDAM Pendistribusian Air Bersih Secara Bergilir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/air_bersih4.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-12977 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/air_bersih4.jpg\" alt=\"air_bersih4\" width=\"477\" height=\"318\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>BANJARBARU<\/strong> &#8211; Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, Kalimantan Selatan, menerapkan pendistribusian air bersih ke pelanggan secara bergiliran karena kurangnya air baku akibat kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Langkah itu terpaksa kami lakukan agar pelanggan bisa tetap menikmati air bersih yang didistribusikan walau tidak maksimal,&#8221; ujar Direktur Teknik PDAM Intan Banjar Said Umar di Banjarbaru, Pada Hari Kamis (9\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia mengatakan, pendistribusian air bersih bergiliran kepada pelanggan menggunakan sistem zona sehingga seluruh pelanggan bisa menikmati air di tengah sulitnya air baku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Disebutkan, PDAM membagi empat zona yang dilayani melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pinus yakni Zona Menara melayani pelanggan kawasan Ahmad Yani hingga Jalan RO Ulin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kemudian, Zona Martapura yang melayani pusat Kota Martapura, Zona P mencakup kawasan Banjarbaru Utara Panglima Batur, Taruna Praja hingga Jalan Kebun Karet dan sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ke empat yakni Zona Muslimin yang melayani kawasan Sungai Ulin, Sungai Besar, Ratu Elok dan sebagian wilayah Kecamatan Cempaka yang berada di dataran tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Pompa IPA II Pinus tetap beroperasi tetapi tekanan pompa diatur secara bergiliran berselang tiga hari sekali sehingga pelanggan tetap bisa menikmati air bersih,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut dia, giliran distribusi diatur selama 24 jam setiap zona sehingga pelanggan diimbau menampung air apabila terkena giliran mendapatkan pasokan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kami tidak bisa memastikan sampai kapan pendistribusian secara bergiliran dijalankan karena ketinggian air irigasi masih di bawah normal yakni 30-40 centimeter,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dikatakan, seharusnya ketinggian air normal saluran irigasi Riam Kanan yang menjadi sumber air baku bagi PDAM mencapai 80-100 centimeter tetapi karena kemarau air irigasi menyusut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Penyusutan air baku membuat produksi air bersih yang didistribusikan IPA II Pinus jauh berkurang sehingga pasokan air ke pelanggan menurun sejak satu bulan terakhir,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ditambahkan, seluruh pelanggan diimbau menampung air bersih yang didistribusikan PDAM karena kondisi seperti ini tidak bisa dipastikan sampai kapan berakhirnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kecuali hujan turun dan saluran irigasi dipenuhi air dan ketinggiannya mencapai batas normal, baru produksi IPA II Pinus bisa berjalan maksimal sesuai kapasitas,&#8221; katanya.[] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARBARU &#8211; Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, Kalimantan Selatan, menerapkan pendistribusian air bersih ke pelanggan secara bergiliran karena kurangnya air baku akibat kemarau. &#8220;Langkah itu terpaksa kami lakukan agar pelanggan bisa tetap menikmati air bersih yang didistribusikan walau tidak maksimal,&#8221; ujar Direktur Teknik PDAM Intan Banjar Said Umar di Banjarbaru, Pada Hari Kamis &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12977,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,2276],"tags":[4183],"class_list":["post-12976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-pdam-air-bersih"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12976"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12976\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}