{"id":13012,"date":"2015-10-10T15:31:23","date_gmt":"2015-10-10T07:31:23","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=13012"},"modified":"2015-10-10T15:31:23","modified_gmt":"2015-10-10T07:31:23","slug":"kabut-asap-di-muara-teweh-semakin-pekat-jarak-pandang-hanya-80-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabut-asap-di-muara-teweh-semakin-pekat-jarak-pandang-hanya-80-meter\/","title":{"rendered":"Kabut Asap di Muara Teweh Semakin Pekat Jarak Pandang Hanya 80 Meter"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/20151010kabut_asap_barut.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-13013 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/20151010kabut_asap_barut.jpg\" alt=\"20151010kabut_asap_barut\" width=\"418\" height=\"345\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>MUARA TEWEH<\/strong> &#8211; Kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, semakin pekat dengan jarak pandang hanya 80 meter pada Sabtu pagi (9\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kabut asap pagi ini semakin tebal disertai dengan embun sehingga jarak pandang sangat terbatas dan membuat sesak napas,&#8221; kata seorang warga Muara Teweh, Hermanto, Pada Hari Sabtu (9\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Muara Teweh, Sunardi, mengatakan jarak pandang permukaan pada Sabtu pagi mencapai 80 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kabut asap ini bertambah parah dibanding Jumat (9\/10) dengan jarak pandang sekitar 200 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara Sekretaris Manggala Agni Pada Kantor Seksi Konservasi Wilayah IV Muara Teweh, Aswaludin mengatakan titik panas di wilayah Barito Utara sampai Jumat (9\/10) malam yang dideteksi dua satelit yaitu NOAA 18 dan Terra\/Aqua (NASA) muncul kembali setelah Jumat nihil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Titik panas yang dideteksi satelit NOAA 18 di wilayah Barito Utara ada empat titik api sedangkan Terra sebanyak delapan titik api,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Titik api yang dipantau melalui satelit NOOA 18 berada di wilayah Desa Baliti, Majankan, dan Kandui Kecamatan Gunung Timang serta Desa Muara Wakat Kecamatan Teweh Timur masing-masing satu lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kemudian deteksi satelit Terra (NASA) titik panas itu dipantau di Kelurahan Montallat I Kecamatan Montallat ada enam titik panas, dan Kelurahan Tumpung Laung I Kecamatan Montallat ada satu titik api serta Desa Benangin 5 Kecamatan Teweh Timur satu titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Jadi titik api ini bertambah dibanding sebelumnya,&#8221; kata Aswaludin. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUARA TEWEH &#8211; Kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, semakin pekat dengan jarak pandang hanya 80 meter pada Sabtu pagi (9\/10). &#8220;Kabut asap pagi ini semakin tebal disertai dengan embun sehingga jarak pandang sangat terbatas dan membuat sesak napas,&#8221; kata seorang warga Muara Teweh, Hermanto, Pada Hari Sabtu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13013,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2258,2259],"tags":[4190],"class_list":["post-13012","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-utara-provinsi-kalimantan-tengah","category-kalimantan-tengah","tag-kabut-asap-di-muara-teweh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13012","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13012"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13012\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}