{"id":130395,"date":"2025-08-20T14:39:47","date_gmt":"2025-08-20T06:39:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=130395"},"modified":"2025-08-20T14:39:47","modified_gmt":"2025-08-20T06:39:47","slug":"bpbd-kotim-imbau-warga-waspada-ancaman-karhutla-kian-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bpbd-kotim-imbau-warga-waspada-ancaman-karhutla-kian-nyata\/","title":{"rendered":"BPBD Kotim Imbau Warga Waspada, Ancaman Karhutla Kian Nyata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"209\" data-end=\"550\"><strong data-start=\"209\" data-end=\"219\">SAMPIT<\/strong> \u2013 Musim kemarau panjang tahun ini menghadirkan ancaman besar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Rendahnya curah hujan menyebabkan sumber air, termasuk saluran sungai kecil, mulai mengering. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tinggi, lantaran sulitnya pasokan air untuk pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"552\" data-end=\"700\">Fenomena ini terlihat di saluran Sungai Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter. Bahkan, anak sungai yang terhubung ke Sungai Mentaya pun kering kerontang. \u201cSudah beberapa hari ini sungai benar-benar kering, tidak ada airnya. Ini ancaman, karena kalau ada api, tidak ada sumber air untuk memadamkan,\u201d kata Puryanto, warga Desa Luwuk Bunter, Kamis (31\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"904\" data-end=\"1219\">Menurutnya, warga kini terpaksa menggali sumur bor dan membuat embung untuk menampung air seadanya, sambil berharap hujan turun dalam waktu dekat. \u201cKami berdoa semoga ada hujan, sehingga parit-parit terisi air dan embung penuh. Kalau kekeringan terus terjadi, kami khawatir kebakaran hutan makin rentan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1221\" data-end=\"1533\">Warga lainnya, Sarwino, bahkan sudah membuat sekitar 30 titik sumur di kebunnya sebagai langkah antisipasi. Upaya itu menguras biaya hingga jutaan rupiah. \u201cKami bikin sumur di semua sudut dan batas kebun. Karena pengalaman sebelumnya, saat musim kemarau masalah utamanya adalah kekurangan air bersih,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1535\" data-end=\"1825\">Selain sumur, warga juga menyiapkan peralatan pemadaman seadanya. Namun, mereka berharap ada bantuan pemerintah untuk pengadaan sarana pemadam. \u201cBencana karhutla ini sudah bisa dihitung dan diprediksi, jadi penanganannya seharusnya lebih terukur agar bisa dicegah maksimal,\u201d ujar Sarwino.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1827\" data-end=\"2010\">Ia juga menegaskan, jika karhutla terjadi, bukan lagi ulah peladang tradisional. \u201cSekarang peladang sudah tidak ada, khususnya yang dulu membuka lahan dengan cara bakar,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2012\" data-end=\"2246\">Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim terus siaga penuh menghadapi ancaman karhutla. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyebut timnya kerap dikerahkan ke lokasi kebakaran dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2248\" data-end=\"2576\">Pada 29 Juli lalu, misalnya, tim melakukan dua kali pemadaman di Kecamatan Baamang. \u201cPemadaman pertama pukul 14.00 WIB dengan luas lahan terbakar sekitar 0,5 hektare. Malam harinya pukul 21.10 WIB, tim kembali melakukan pemadaman di lokasi berbeda di jalur yang sama dengan luas terbakar sekitar tiga hektare,\u201d jelas Multazam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2578\" data-end=\"2812\">Ia mengimbau masyarakat waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. \u201cSekecil apa pun api bisa membesar dalam waktu singkat, terutama di lahan gambut. Kami minta kerja sama semua pihak untuk mencegah kebakaran,\u201d tegasnya. []\n<p data-start=\"2578\" data-end=\"2812\">Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMPIT \u2013 Musim kemarau panjang tahun ini menghadirkan ancaman besar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Rendahnya curah hujan menyebabkan sumber air, termasuk saluran sungai kecil, mulai mengering. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tinggi, lantaran sulitnya pasokan air untuk pemadaman. Fenomena ini terlihat di saluran Sungai Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":130396,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-130395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=130395"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130397,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130395\/revisions\/130397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=130395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=130395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=130395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}