{"id":130899,"date":"2025-04-30T21:59:53","date_gmt":"2025-04-30T13:59:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=130899"},"modified":"2025-08-22T12:13:53","modified_gmt":"2025-08-22T04:13:53","slug":"camat-julkifli-apresiasi-festival-cenil-dorong-pemuda-cintai-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/camat-julkifli-apresiasi-festival-cenil-dorong-pemuda-cintai-budaya\/","title":{"rendered":"Camat Julkifli Apresiasi Festival Cenil, Dorong Pemuda Cintai Budaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong>\u00a0\u2014 Suasana meriah mewarnai Desa Kota Bangun III saat Festival Cenil 2025 resmi dibuka pada peringatan hari jadi desa ke-42. Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menampilkan aneka kuliner tradisional, kesenian lokal, sekaligus ruang pertemuan warga dalam merawat warisan budaya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_130908\" aria-describedby=\"caption-attachment-130908\" style=\"width: 213px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-130908 \" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-20.09.24-scaled-1-e1755835978133-274x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"213\" height=\"233\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-20.09.24-scaled-1-e1755835978133-274x300.jpeg 274w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-20.09.24-scaled-1-e1755835978133-934x1024.jpeg 934w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-20.09.24-scaled-1-e1755835978133-768x842.jpeg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-20.09.24-scaled-1-e1755835978133.jpeg 1097w\" sizes=\"(max-width: 213px) 100vw, 213px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-130908\" class=\"wp-caption-text\">\u00a0 \u00a0 \u00a0Camat Kota Bangun Darat, Julkifli<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, hadir langsung dan ikut mencicipi suguhan kuliner khas berupa cenil, makanan tradisional berbahan dasar tepung kanji yang dikenal dengan cita rasa manis dan tekstur kenyal. Ia juga menyaksikan berbagai pentas seni yang ditampilkan warga, mulai dari tarian tradisional hingga musik khas daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Julkifli, keberadaan festival semacam ini sangat penting untuk menguatkan kembali identitas masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi. \u201cKegiatan seperti ini seharusnya diperbanyak, karena kearifan lokal harus kita rawat agar tidak punah,\u201d ujarnya, Rabu (30\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, Festival Cenil tidak hanya menghadirkan hiburan, melainkan juga menjadi sarana edukasi terutama bagi generasi muda. Dengan melihat langsung keragaman kuliner dan seni tradisional, mereka diharapkan tumbuh dengan rasa cinta terhadap budaya daerah. \u201cSaya sangat mengapresiasi pelaksanaan festival ini, karena sangat menarik untuk diikuti khususnya para pemuda di sekitar,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Julkifli menegaskan bahwa upaya Pemerintah Desa Kota Bangun III menyelenggarakan Festival Cenil sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Ia menilai, kegiatan tersebut dapat menjadi penyeimbang di tengah pengaruh teknologi dan gawai yang sering membawa konten negatif. \u201cPemerintah Desa merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Daerah, yang menginginkan adanya kegiatan yang mampu mendorong pelestarian budaya lokal kita,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Festival Cenil, kata Julkifli, juga berperan menciptakan aktivitas positif bagi masyarakat. \u201cDengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat terutama generasi muda akan disibukkan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Festival Cenil 2025 bukan hanya menjadi perayaan ulang tahun desa, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menjaga kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA\u00a0\u2014 Suasana meriah mewarnai Desa Kota Bangun III saat Festival Cenil 2025 resmi dibuka pada peringatan hari jadi desa ke-42. Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menampilkan aneka kuliner tradisional, kesenian lokal, sekaligus ruang pertemuan warga dalam merawat warisan budaya. Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, hadir langsung dan ikut mencicipi suguhan kuliner khas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":130905,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6868],"tags":[11322,11410],"class_list":["post-130899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-diskominfo-kukar","tag-camat-kota-bangun-darat","tag-festival-cenil-2025"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=130899"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":130910,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130899\/revisions\/130910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=130899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=130899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=130899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}