{"id":131004,"date":"2025-08-23T09:01:38","date_gmt":"2025-08-23T01:01:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131004"},"modified":"2025-08-23T09:01:38","modified_gmt":"2025-08-23T01:01:38","slug":"prabowo-tegaskan-kemiskinan-ri-akibat-pemimpin-terdahulu-tak-handal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/prabowo-tegaskan-kemiskinan-ri-akibat-pemimpin-terdahulu-tak-handal\/","title":{"rendered":"Prabowo Tegaskan Kemiskinan RI Akibat Pemimpin Terdahulu Tak Handal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"306\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">JAKARTA &#8211;<\/strong> Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan kemiskinan yang masih dihadapi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kelemahan para pemimpin di masa lalu dalam menghadapi penjajahan asing. Hal ini ia sampaikan sebagai pengingat agar generasi mendatang tidak mengulangi kesalahan serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"308\" data-end=\"776\">Prabowo menyampaikan pentingnya meneladani sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, generasi muda harus memahami bahwa kemerdekaan tidak diraih secara instan, melainkan melalui pengorbanan panjang. \u201cIni untuk generasi penerus jangan sekali-kali dilupakan bahwa kita merdeka karena ratusan tahun perjuangan, perjuangan fisik, perjuangan perang,&#8221; ujar Prabowo dalam pembekalan kepada Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"778\" data-end=\"1005\">Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia berabad-abad mengalami penderitaan akibat kolonialisme. \u201cJangan sekali-kali lupa itu, bahwa kita ratusan tahun diganggu, diinvasi, diadu domba suku sama suku, agama sama agama,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1007\" data-end=\"1386\">Prabowo menilai, kemiskinan yang terjadi saat ini merupakan warisan dari lemahnya kepemimpinan di masa lalu. \u201cAkhirnya terjadilah kemiskinan. Jadi saudara harus mengerti bahwa kemiskinan itu terjadi karena pemimpin-pemimpin yang tidak pandai, pemimpin-pemimpin tidak handal, pemimpin-pemimpin tidak kuat, pemimpin-pemimpi tidak mampu menghadapi penjajahan dari luar,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1388\" data-end=\"1807\">Ia menambahkan, kelemahan pengelolaan negara di masa lampau membuat bangsa asing lebih mudah menguasai Nusantara. Karena itu, ia menekankan agar bangsa ini terus belajar dari sejarah agar tidak jatuh pada kesalahan yang sama. \u201cSaudara sekalian kita tidak pernah boleh melupakan sejarah. Bangsa yang melupakan sejarah adalah bangsa yang ditakdirkan untuk mengalami kembali kesalahan-kesalahan di masa lampau,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1809\" data-end=\"2148\">Lebih jauh, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kondisi bangsa melalui berbagai kebijakan yang ia jalankan saat ini. Program pengentasan kemiskinan disebut sebagai prioritas utama pemerintahannya. \u201cMaka itu salah satu upaya kita sekarang adalah untuk memperbaiki semua kekurangan-kekurangan kita sebagai bangsa,\u201d pungkasnya.[]\n<p data-start=\"1809\" data-end=\"2148\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan kemiskinan yang masih dihadapi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kelemahan para pemimpin di masa lalu dalam menghadapi penjajahan asing. Hal ini ia sampaikan sebagai pengingat agar generasi mendatang tidak mengulangi kesalahan serupa. Prabowo menyampaikan pentingnya meneladani sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, generasi muda harus memahami bahwa kemerdekaan tidak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":130999,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[6765,11436,11440],"class_list":["post-131004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","tag-kemiskinan","tag-prabowosubianto","tag-sejarahbangsa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131004"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131007,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131004\/revisions\/131007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}