{"id":131202,"date":"2025-08-24T08:48:46","date_gmt":"2025-08-24T00:48:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131202"},"modified":"2025-08-24T08:48:46","modified_gmt":"2025-08-24T00:48:46","slug":"bus-wisata-terguling-di-new-york-5-tewas-dan-puluhan-luka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bus-wisata-terguling-di-new-york-5-tewas-dan-puluhan-luka\/","title":{"rendered":"Bus Wisata Terguling di New York, 5 Tewas dan Puluhan Luka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"309\" data-end=\"699\"><strong>NEW YORK \u2013<\/strong> Sebuah bus wisata yang mengangkut rombongan turis terguling di dekat New York State Thruway pada Jumat (21\/08\/2025) waktu setempat, menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya<strong data-start=\"309\" data-end=\"506\">.<\/strong> Insiden terjadi ketika kendaraan yang dalam perjalanan menuju Air Terjun Niagara itu kehilangan kendali dan terbalik di jalur dekat kota Pembroke, sekitar 64 kilometer sebelah timur Buffalo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"701\" data-end=\"1077\">Menurut keterangan aparat, sopir bus sempat teralihkan perhatiannya sebelum akhirnya berusaha melakukan koreksi. Namun, manuver berlebihan justru membuat kendaraan terguling di jalan tol antarnegara bagian. \u201cBeberapa saksi melihat bus kehilangan kendali, memasuki median, lalu menyeberang ke bahu jalan selatan dan terbalik,\u201d ujar kepolisian negara bagian dalam siaran pers.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1079\" data-end=\"1439\">Bus tersebut membawa 54 orang, termasuk pengemudi serta seorang karyawan perusahaan tur. Dari jumlah itu, 52 adalah penumpang yang sebagian di antaranya terlempar keluar kendaraan, sementara lainnya terjebak di dalam bus. Aparat setempat mengerahkan ambulans darat, helikopter medis, serta tim tanggap darurat untuk memberikan pertolongan di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1441\" data-end=\"1917\">Polisi negara bagian menyebut korban berasal dari berbagai negara, termasuk Tiongkok dan Filipina. Banyak di antara mereka tidak fasih berbahasa Inggris sehingga petugas juga menghadirkan penerjemah guna membantu proses identifikasi serta komunikasi dengan pihak keluarga. Rentang usia penumpang tercatat antara satu hingga 74 tahun. Pihak kepolisian menegaskan tidak ada anak-anak yang menjadi korban jiwa, merevisi laporan awal yang sempat menyebut adanya satu anak tewas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1919\" data-end=\"2259\">Mayor Andre J. Ray, komandan Kepolisian Negara Bagian New York, mengatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan adanya gangguan kesehatan atau keracunan pada sopir telah dikesampingkan, begitu pula kemungkinan kegagalan mekanis. \u201cMasih terlalu dini untuk menentukan apakah akan ada gugatan yang diajukan,\u201d kata Ray.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2261\" data-end=\"2517\">Gubernur New York Kathy Hochul menyampaikan belasungkawa sekaligus apresiasi kepada petugas tanggap darurat. Dalam unggahan di X, ia menyebut peristiwa itu sebagai \u201ctragis\u201d dan menekankan bahwa tim penyelamat bekerja maksimal untuk membantu semua korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2519\" data-end=\"2739\">CNN melaporkan telah menghubungi perusahaan bus wisata serta perwakilan diplomatik Amerika Serikat untuk Filipina, Tiongkok, dan India, terkait tindak lanjut dari kecelakaan yang mengguncang kawasan wisata populer itu.[]\n<p data-start=\"2519\" data-end=\"2739\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NEW YORK \u2013 Sebuah bus wisata yang mengangkut rombongan turis terguling di dekat New York State Thruway pada Jumat (21\/08\/2025) waktu setempat, menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden terjadi ketika kendaraan yang dalam perjalanan menuju Air Terjun Niagara itu kehilangan kendali dan terbalik di jalur dekat kota Pembroke, sekitar 64 kilometer sebelah timur &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":131203,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[],"class_list":["post-131202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131202"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131202\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131204,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131202\/revisions\/131204"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}