{"id":131214,"date":"2025-08-24T09:12:43","date_gmt":"2025-08-24T01:12:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131214"},"modified":"2025-08-24T09:12:43","modified_gmt":"2025-08-24T01:12:43","slug":"prabowo-sindir-kritik-dibilang-hanya-bisa-pidato","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/prabowo-sindir-kritik-dibilang-hanya-bisa-pidato\/","title":{"rendered":"Prabowo Sindir Kritik: Dibilang Hanya Bisa Pidato"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"279\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">JAKARTA &#8211;<\/strong> Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam upaya menghapus kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat. Ia menyampaikan tekad tersebut di hadapan para guru dan kepala sekolah dalam acara pembekalan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"281\" data-end=\"520\">Dalam kesempatan itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada jajaran menterinya yang disebut telah bekerja keras untuk mewujudkan pembangunan Sekolah Rakyat. Hingga tahun ini, tercatat sudah ada 165 Sekolah Rakyat yang berhasil berdiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"522\" data-end=\"708\">&#8220;Saudara-saudara sekalian, karena itu saya harus ucapkan terima kasih sekali lagi kepada para menteri, menko semua yang bekerja keras saling membantu 165 Sekolah Rakyat,&#8221; kata Prabowo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"710\" data-end=\"1038\">Ia menambahkan bahwa capaian tersebut melampaui harapannya. \u201cTerima kasih para pimpinan, para menteri, kalian telah bekerja di luar perkiraan saya. Bekerja keras semangat tapi juga bekerja cerdas. Bekerja keras tapi tidak cerdas, waduh capek. Ini 100 sekolah sebentar lagi 165. Kita harapkan tahun depan 200 sekolah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1040\" data-end=\"1256\">Prabowo kemudian menyinggung adanya pihak yang meremehkan dirinya, seolah hanya mampu berpidato tanpa memberikan hasil nyata. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya berusaha membuktikan komitmen itu lewat kerja nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1258\" data-end=\"1399\">\u201cKita bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan absolut dari bumi RI. Ada yang mengatakan \u2018ah Prabowo hanya bisa pidato saja\u2019,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1401\" data-end=\"1642\">Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu jalan penting untuk menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi masyarakat. Dengan pendidikan yang lebih merata, ia berharap generasi mendatang dapat terbebas dari jerat kemiskinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1644\" data-end=\"2015\">Prabowo juga mengingatkan bahwa perjalanan ini masih panjang dan merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah sebelumnya. \u201cKita buktikan dengan hasil yang sebenarnya, tanya ke rakyat Indonesia apakah kita sudah berhasil memberi awal dari bangsa Indonesia? Ini baru awal dari perjuangan kita yang merupakan diteruskan presiden-presiden pemerintah sebelum kita,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2017\" data-end=\"2223\">Melalui program pendidikan tersebut, Prabowo bertekad membuktikan bahwa kritik yang dialamatkan kepadanya tidak sesuai dengan kenyataan, karena pemerintah terus berupaya menghadirkan perubahan yang nyata.[]\n<p data-start=\"2017\" data-end=\"2223\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam upaya menghapus kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat. Ia menyampaikan tekad tersebut di hadapan para guru dan kepala sekolah dalam acara pembekalan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22\/08\/2025). Dalam kesempatan itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada jajaran menterinya yang disebut telah bekerja keras untuk mewujudkan pembangunan Sekolah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":131215,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[11510,11436,11438],"class_list":["post-131214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional","tag-pengentasankemiskinan","tag-prabowosubianto","tag-sekolahrakyat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131214"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131214\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131216,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131214\/revisions\/131216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}