{"id":131439,"date":"2025-08-25T10:59:38","date_gmt":"2025-08-25T02:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131439"},"modified":"2025-08-25T10:59:38","modified_gmt":"2025-08-25T02:59:38","slug":"bpbd-nunukan-ubah-sampah-plastik-jadi-paving-blok-tahan-10-ton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bpbd-nunukan-ubah-sampah-plastik-jadi-paving-blok-tahan-10-ton\/","title":{"rendered":"BPBD Nunukan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Blok Tahan 10 Ton"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"288\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">NUNUKAN &#8211;<\/strong> Inovasi baru dalam pengelolaan sampah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan dengan memanfaatkan limbah plastik daur ulang menjadi paving blok. Proyek perdana ini telah dipasang di halaman kantor BPBD dengan luas mencapai 167 meter persegi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"290\" data-end=\"736\">Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman, menyebut inisiatif tersebut merupakan langkah awal yang membuktikan bahwa sampah plastik bisa diolah menjadi produk bermanfaat sekaligus ramah lingkungan. \u201cIni pertama kalinya di Nunukan. Kami manfaatkan limbah plastik yang didaur ulang menjadi paving blok, dan hasilnya sangat memuaskan. Sudah kami pasang di halaman kantor BPBD dan mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati,\u201d kata Arief, Minggu (24\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"738\" data-end=\"1223\">Ia menegaskan, paving blok yang diproduksi dari plastik bekas ini tidak hanya bernilai ekologis, melainkan juga unggul secara kualitas. Uji coba menunjukkan kekuatannya mampu menahan beban hingga 10 ton, sebanding bahkan lebih baik dibanding paving blok konvensional. \u201cKalau selama ini sampah plastik hanya jadi pelampung atau barang-barang kecil, sekarang manfaatnya lebih luas. Dengan paving blok ini, kita mempercantik lingkungan kantor dan sekaligus mengelola sampah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1225\" data-end=\"1678\">Selain aspek lingkungan, proyek ini juga membuka peluang ekonomi. Arief menjelaskan bahwa kebutuhan sekitar 4.000 paving blok untuk satu area setara dengan mendaur ulang kurang lebih 4 ton sampah plastik. Hal tersebut memberi kesempatan masyarakat untuk mengumpulkan dan menjual plastik bekas. \u201cIni membuka peluang kerja baru, masyarakat bisa mengumpulkan dan menjual sampah plastik. Jadi, selain berdampak ekologis, ada nilai ekonomi juga,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1680\" data-end=\"2072\">Menurutnya, pengelolaan sampah plastik juga berkaitan dengan mitigasi bencana. Salah satu faktor pemicu banjir di Nunukan adalah sampah yang menyumbat parit. Dengan adanya inovasi ini, masalah tersebut diharapkan bisa teratasi. \u201cPemanfaatan limbah plastik jadi paving blok ini jadi bukti bahwa sampah bisa jadi sumber daya. Semoga jadi inspirasi bagi OPD lain dan masyarakat luas,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2074\" data-end=\"2568\">Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, mendukung penuh gagasan tersebut. Ia menilai inovasi itu tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi risiko banjir. Pemerintah daerah pun berencana menggandeng bank sampah serta lembaga pemasyarakatan (Lapas) untuk memperluas produksi paving blok ramah lingkungan. \u201cProgram ini sudah mulai di BPBD, dan kami ingin kembangkan lebih luas lagi. Kolaborasi dengan berbagai pihak akan jadi kunci keberhasilannya,\u201d ujar Bupati Irwan.[]\n<p data-start=\"2074\" data-end=\"2568\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN &#8211; Inovasi baru dalam pengelolaan sampah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan dengan memanfaatkan limbah plastik daur ulang menjadi paving blok. Proyek perdana ini telah dipasang di halaman kantor BPBD dengan luas mencapai 167 meter persegi. Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman, menyebut inisiatif tersebut merupakan langkah awal yang membuktikan bahwa sampah plastik &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":131440,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[],"class_list":["post-131439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131439"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131441,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131439\/revisions\/131441"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}