{"id":131685,"date":"2025-08-26T11:15:25","date_gmt":"2025-08-26T03:15:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131685"},"modified":"2025-08-26T11:15:25","modified_gmt":"2025-08-26T03:15:25","slug":"dinsos-banjarmasin-tidak-semua-warga-miskin-dapat-bantuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dinsos-banjarmasin-tidak-semua-warga-miskin-dapat-bantuan\/","title":{"rendered":"Dinsos Banjarmasin: Tidak Semua Warga Miskin Dapat Bantuan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"247\" data-end=\"485\"><strong data-start=\"247\" data-end=\"264\">BANJARMASIN &#8211;<\/strong> Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin mencatat ada sekitar 15 ribu warga miskin yang membutuhkan dukungan dari pemerintah. Namun, dari jumlah tersebut tidak seluruhnya terdata sebagai penerima bantuan sosial (bansos).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"487\" data-end=\"839\">Kepala Dinsos Banjarmasin, Nuryadi, menjelaskan hanya sekitar 44 persen dari jumlah warga miskin yang bisa mendapatkan bantuan, baik berupa sembako maupun bantuan tunai. \u201cDari data tersebut, menunjukkan bahwa tak semua warga miskin bisa mendapatkan bantuan dari negara. Bentuk bantuan, seperti sembako dan bantuan tunai,\u201d ujarnya, Senin (25\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"841\" data-end=\"1085\">Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki data rinci mengenai jenis maupun jumlah bantuan yang diterima setiap warga. \u201cUntuk rinciannya belum tahu pasti. Namun yang jelas jumlah penerimanya cukup banyak di Banjarmasin,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1087\" data-end=\"1463\">Meski jumlah penerima belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga miskin, Nuryadi menegaskan bahwa penyaluran bantuan sudah sesuai sasaran. Proses verifikasi, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh Dinsos tetapi juga melibatkan Kementerian Sosial. \u201cSebelumnya sudah dilakukan verifikasi lapangan, bahkan dari Kementerian Sosial juga turut memverifikasi data penerima,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1465\" data-end=\"1724\">Dalam kesempatan itu, Nuryadi juga memberi peringatan bahwa pihaknya tidak segan mencabut hak penerima apabila ditemukan adanya penyalahgunaan atau ketidaksesuaian data. \u201cKalau ketahuan, ya tentu bisa dicabut. Kami akan segera alihkan bantuannya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1726\" data-end=\"1898\">Ia pun mengingatkan agar masyarakat penerima menggunakan bantuan sesuai kebutuhan dan peruntukannya. \u201cManfaatkan bantuan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1900\" data-end=\"2398\">Data tersebut mencerminkan bahwa masih ada pekerjaan besar yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan bansos. Dengan jumlah warga miskin yang mencapai belasan ribu jiwa, kebijakan penyaluran bantuan diharapkan terus disesuaikan agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pusat, agar program bansos semakin tepat sasaran dan tidak meninggalkan kelompok masyarakat rentan.[]\n<p data-start=\"1900\" data-end=\"2398\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN &#8211; Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin mencatat ada sekitar 15 ribu warga miskin yang membutuhkan dukungan dari pemerintah. Namun, dari jumlah tersebut tidak seluruhnya terdata sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Kepala Dinsos Banjarmasin, Nuryadi, menjelaskan hanya sekitar 44 persen dari jumlah warga miskin yang bisa mendapatkan bantuan, baik berupa sembako maupun bantuan tunai. \u201cDari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":131686,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[],"class_list":["post-131685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131685"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131687,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131685\/revisions\/131687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}