{"id":131737,"date":"2025-08-26T16:47:42","date_gmt":"2025-08-26T08:47:42","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131737"},"modified":"2025-08-26T16:47:42","modified_gmt":"2025-08-26T08:47:42","slug":"andi-saharuddin-dukung-penerapan-qris-di-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/andi-saharuddin-dukung-penerapan-qris-di-samarinda\/","title":{"rendered":"Andi Saharuddin Dukung Penerapan QRIS di Samarinda"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" tabindex=\"-1\" data-turn-id=\"request-68ad0300-137c-8327-8177-8d1e1406318b-51\" data-testid=\"conversation-turn-112\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"05c323b0-9bbe-459c-8ee4-231a62af2c86\" data-message-model-slug=\"gpt-5-mini\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"475\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"15\">SAMARINDA &#8211;<\/strong> Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah sistem pembayaran digital berbasis kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). QRIS memudahkan transaksi non-tunai karena satu kode QR dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pembayaran digital. Dengan QRIS, konsumen hanya perlu memindai kode QR menggunakan dompet digital atau mobile banking untuk melakukan pembayaran, tanpa harus membawa uang tunai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"477\" data-end=\"949\">Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, H. Andi Saharuddin, mendorong percepatan penggunaan QRIS di masyarakat, khususnya di Kota Samarinda. \u201cSaya mendukung sekali pembayaran di masyarakat dengan menggunakan QRIS itu sendiri terutama di Samarinda, karena kita tahu bahwa ini merupakan produk anak bangsa dan dibuat oleh Bank Indonesia untuk mempermudah transaksi tanpa harus menggunakan uang tunai,\u201d ujar Andi di Kantor DPRD Kota Samarinda, Selasa (26\/08\/2025) siang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_131760\" aria-describedby=\"caption-attachment-131760\" style=\"width: 258px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-131760\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6154289171817155251_y-e1756197974754-237x300.jpg\" alt=\"\" width=\"258\" height=\"327\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6154289171817155251_y-e1756197974754-237x300.jpg 237w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/photo_6154289171817155251_y-e1756197974754.jpg 530w\" sizes=\"(max-width: 258px) 100vw, 258px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-131760\" class=\"wp-caption-text\">Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Andi Saharuddin<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"951\" data-end=\"1265\">Andi menjelaskan, meskipun QRIS telah diperkenalkan sejak beberapa tahun terakhir, penggunaannya di Samarinda masih terbatas. Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya beralih dari pembayaran tunai. \u201cNamun penggunaan transaksi digital ini atau disebut QRIS masuk belum merata digunakan di Kota Samarinda,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1267\" data-end=\"1572\">Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang lebih nyaman menggunakan uang tunai menjadi salah satu kendala utama, khususnya di pasar tradisional. \u201cMasyarakat kita masih belum terbiasa menggunakan QRIS; mereka terbiasa menggunakan uang cash karena dianggap lebih praktis, ketika berbelanja di pasar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1574\" data-end=\"1910\">Selain itu, Andi menyoroti pedagang yang meskipun memiliki rekening bank, belum terbiasa memanfaatkan QRIS karena minimnya sosialisasi dan pemahaman manfaat sistem digital ini. \u201cBanyak pedagang yang sebenarnya sudah memiliki akun bank, tapi mereka belum terbiasa menggunakan QRIS karena minimnya sosialisasi dan pemahaman,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1912\" data-end=\"2216\">Ia menambahkan, penggunaan QRIS juga membantu pedagang mencatat transaksi secara lebih rapi dan mengurangi kesulitan menyiapkan uang kembalian. \u201cKalau pembayaran dilakukan menggunakan QRIS, catatan penjualan bisa lebih jelas serta pedagang tidak perlu repot untuk menyediakan uang kembalian,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2218\" data-end=\"2525\">Andi menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan perbankan untuk mengedukasi pedagang pasar agar mau dan mampu memanfaatkan QRIS. \u201cHarus dari pemerintah sendiri serta pihak bank-bank terkait mensosialisasikan agar pedagang di pasar tradisional ini mengerti bagaimana menggunakan QRIS,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2527\" data-end=\"2876\">Ia optimistis, bila masyarakat dan pedagang terbiasa menggunakan QRIS, manfaatnya akan dirasakan lebih luas, mulai dari kemudahan transaksi hingga peningkatan perekonomian lokal. \u201cKalau masyarakat dan pedagang sudah terbiasa, tentu pastinya akan jauh memudahkan masyarakat dan membawa manfaat besar, baik untuk ekonomi Kota Samarinda,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2878\" data-end=\"3062\">Dengan pengembangan QRIS yang lebih masif, diharapkan Samarinda dapat menjadi contoh kota yang mampu mengintegrasikan teknologi digital untuk transaksi yang lebih efisien dan modern.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3064\" data-end=\"3113\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah sistem pembayaran digital berbasis kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). QRIS memudahkan transaksi non-tunai karena satu kode QR dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pembayaran digital. Dengan QRIS, konsumen hanya perlu memindai kode QR menggunakan dompet digital atau mobile banking &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":131759,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[11635,9512,11636],"class_list":["post-131737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-digitalisasipembayaran","tag-qris","tag-qrissamarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131737"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131761,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131737\/revisions\/131761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}