{"id":131860,"date":"2025-08-27T09:38:33","date_gmt":"2025-08-27T01:38:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131860"},"modified":"2025-08-27T09:38:33","modified_gmt":"2025-08-27T01:38:33","slug":"longsor-di-perbatasan-nunukan-putuskan-jalur-trans-kalimantan-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/longsor-di-perbatasan-nunukan-putuskan-jalur-trans-kalimantan-utara\/","title":{"rendered":"Longsor di Perbatasan Nunukan Putuskan Jalur Trans Kalimantan Utara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"235\" data-end=\"622\"><strong data-start=\"235\" data-end=\"248\">NUNUKAN &#8211;<\/strong> Hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan kembali memicu tanah longsor di Jalan Trans Kalimantan Utara, tepatnya di jalur Tulin Onsoi menuju Sei Ular, Desa Sekaduyun Taka, Senin (25\/8\/2025) sekitar pukul 12.38 Wita. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian besar badan jalan sehingga arus lalu lintas terhenti, terutama bagi kendaraan roda empat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"624\" data-end=\"991\">Kepala Subid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Basir, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi sejak pagi membuat struktur tanah di kawasan perbukitan rapuh. \u201cAkibat dari tanah longsor ini, akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Karena tanah yang menutupi badan jalan,\u201d ujar Basir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"993\" data-end=\"1268\">Menurut laporan petugas lapangan, titik longsor yang terjadi kali ini berlokasi di tempat yang sama dengan kejadian beberapa pekan lalu. Namun, kondisi terbaru dinilai lebih parah karena material yang menimbun jalan jauh lebih banyak sehingga membutuhkan penanganan ekstra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1270\" data-end=\"1679\">Tim gabungan dari BPBD bersama aparat kecamatan dan warga setempat langsung melakukan upaya darurat dengan membersihkan sebagian material. Meski demikian, akses penuh belum bisa dipulihkan karena alat berat baru dikerahkan menuju lokasi. \u201cHingga saat ini, pihak terkait masih melakukan upaya penanganan dan koordinasi untuk membersihkan material longsor agar akses jalan dapat kembali dilalui,\u201d jelas Basir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1681\" data-end=\"2080\">Pihak BPBD juga meminta pengguna jalan yang berencana melintas agar menunda perjalanan sementara waktu. Potensi longsor susulan dikhawatirkan masih ada mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur kawasan perbatasan Nunukan. \u201cMasyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan apabila hendak melintas di kawasan tersebut, lantaran dikhawatirkan terjadi longsor susulan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2082\" data-end=\"2380\">Peristiwa ini menambah daftar kejadian bencana hidrometeorologi di Nunukan dalam beberapa bulan terakhir. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menyiapkan langkah mitigasi permanen agar jalur vital Trans Kalimantan Utara tidak terus-menerus terputus setiap kali curah hujan tinggi melanda.[]\n<p data-start=\"2082\" data-end=\"2380\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN &#8211; Hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan kembali memicu tanah longsor di Jalan Trans Kalimantan Utara, tepatnya di jalur Tulin Onsoi menuju Sei Ular, Desa Sekaduyun Taka, Senin (25\/8\/2025) sekitar pukul 12.38 Wita. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian besar badan jalan sehingga arus lalu lintas terhenti, terutama bagi kendaraan roda empat. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":131862,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[238,2500],"class_list":["post-131860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-longsor","tag-nunukan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131860"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131860\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131863,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131860\/revisions\/131863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}