{"id":131919,"date":"2025-08-27T14:44:20","date_gmt":"2025-08-27T06:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131919"},"modified":"2025-08-27T14:44:20","modified_gmt":"2025-08-27T06:44:20","slug":"jalan-kubar-mahulu-rampung-target-2027-meski-tanpa-dau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalan-kubar-mahulu-rampung-target-2027-meski-tanpa-dau\/","title":{"rendered":"Jalan Kubar\u2013Mahulu Rampung Target 2027 Meski Tanpa DAU"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"627\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"17\">KUTAI BARAT &#8211;<\/strong> Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan pembangunan jalan strategis dari Kabupaten Kutai Barat menuju Mahakam Ulu tetap berjalan pada tahun 2025, meski Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pekerjaan umum dari pemerintah pusat ditiadakan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyatakan beberapa proyek akan tetap dilanjutkan dengan menggunakan anggaran APBD Kaltim serta dukungan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dengan skema kontrak tahun jamak (multi years) hingga 2027.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"629\" data-end=\"831\">\u201cProyek itu tetap berlanjut dengan anggaran APBD Kaltim, ditambah dukungan dari pemerintah pusat melalui BBPJN dengan skema kontrak tahun jamak hingga 2027 mendatang,\u201d ujar Fitra, Selasa (26\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"833\" data-end=\"1294\">Untuk ruas Tering\u2013Ujoh Bilang sepanjang 26 kilometer, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 miliar dari APBD. Selain itu, pembangunan jalan Ujoh Bilang\u2013Long Pahangai dan jalan Long Bangun menuju perbatasan Malinau, Kalimantan Utara, memperoleh alokasi tambahan Rp 28 miliar dari APBD. Pemerintah pusat pun menambah dukungan sebesar Rp 80 miliar melalui APBN untuk mempercepat penyelesaian segmen I-IV. Seluruh proyek ditargetkan rampung pada 2027.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1296\" data-end=\"1469\">\u201cWalaupun DAU untuk pekerjaan umum tidak tersedia tahun ini, pembangunan tetap jalan. Kita tidak bisa berhenti karena akses ini vital bagi masyarakat Mahulu,\u201d tegas Fitra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1471\" data-end=\"1829\">Terkait penghapusan DAU pekerjaan umum, Fitra menjelaskan hal tersebut sudah dipastikan sejak awal tahun. \u201cDAU tidak ada angka pasti, tiap tahun bisa Rp 20 miliar, bisa juga Rp50 miliar. Kebetulan tahun ini tidak ada,\u201d ujarnya. Sebagai perbandingan, pada 2024 lalu Kaltim menerima DAU infrastruktur sebesar Rp 50 miliar untuk pembangunan irigasi dan jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1831\" data-end=\"2231\">Fitra menambahkan, pemanfaatan anggaran APBD dan dukungan BBPJN diharapkan dapat menjaga kelancaran pembangunan, sekaligus memastikan masyarakat di Mahakam Ulu tetap memiliki akses transportasi yang memadai. Proyek jalan ini dianggap krusial untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah distribusi logistik, serta membuka peluang ekonomi baru di daerah perbatasan dan pedalaman Kaltim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2233\" data-end=\"2451\">Pemerintah provinsi optimistis, dengan manajemen anggaran yang tepat dan pengawasan ketat, pembangunan jalan Kubar\u2013Mahulu akan selesai sesuai jadwal, meski menghadapi kendala ketiadaan DAU pekerjaan umum tahun ini.[]\n<p data-start=\"2233\" data-end=\"2451\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI BARAT &#8211; Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan pembangunan jalan strategis dari Kabupaten Kutai Barat menuju Mahakam Ulu tetap berjalan pada tahun 2025, meski Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pekerjaan umum dari pemerintah pusat ditiadakan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyatakan beberapa proyek &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":131924,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,483],"tags":[],"class_list":["post-131919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131919"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131925,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131919\/revisions\/131925"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}