{"id":131971,"date":"2025-08-28T12:05:17","date_gmt":"2025-08-28T04:05:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=131971"},"modified":"2025-08-28T12:05:17","modified_gmt":"2025-08-28T04:05:17","slug":"bupati-ppu-hadiri-forum-smart-city-nasional-2025-di-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bupati-ppu-hadiri-forum-smart-city-nasional-2025-di-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Bupati PPU Hadiri Forum Smart City Nasional 2025 di Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turut ambil bagian dalam Forum Smart City Nasional 2025 yang digelar pada 26\u201327 Agustus 2025 di Ballroom Hotel Tentrem, Yogyakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan melibatkan berbagai pengembang teknologi serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati PPU, Mudyat Noor, hadir langsung mengikuti rangkaian diskusi panel dan paparan narasumber dengan tema \u201cInovasi Kota Cerdas Mewujudkan Kedaulatan, Ketahanan, dan Keberlanjutan Indonesia Emas.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usai kegiatan, Mudyat menyampaikan bahwa keikutsertaan Kabupaten PPU dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital, mengingat posisi PPU kini menjadi pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. \u201cForum ini menjadi sarana menambah wawasan, mencari referensi, dan melihat berbagai role model pengembangan smart city yang bisa diterapkan di PPU. Apalagi, kami sudah menjadi gerbang IKN, jadi ini adalah keharusan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mudyat menekankan pentingnya berbagi inovasi antar-daerah dan memperkuat kolaborasi dengan pengembang teknologi digital guna mempersiapkan diri menghadapi transformasi digital yang semakin maju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pengembangan smart city tidak hanya berfokus pada pelayanan publik, tetapi juga berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), promosi potensi daerah, serta membuka peluang investasi melalui platform seperti Smart City Business Matching. \u201cSemua harus terkoneksi dalam satu sistem. Misalnya penerapan \u2018satu data\u2019 akan menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan daerah secara lebih terarah dan efisien. Hal ini berdampak positif terhadap pelayanan publik, pembangunan daerah, serta peluang investasi dan peningkatan PAD,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mudyat juga mendorong terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara Pemkab PPU dan Komdigi agar pengembangan smart city di PPU berjalan seiring dengan pembangunan IKN. \u201cKami siap menyinergikan program Smart City bersama Komdigi, agar tidak terjadi ketimpangan antara IKN dan PPU. Kami harus bergerak seiring karena posisi kami sangat strategis sebagai pintu gerbang Nusantara,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Forum Smart City Nasional 2025 ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, jajaran pejabat Komdigi, para bupati\/wali kota se-Indonesia, kepala dinas terkait, serta perwakilan sektor swasta dan perusahaan pengembang digital.[]\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis:Subur Priono | penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turut ambil bagian dalam Forum Smart City Nasional 2025 yang digelar pada 26\u201327 Agustus 2025 di Ballroom Hotel Tentrem, Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan melibatkan berbagai pengembang teknologi serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Bupati PPU, Mudyat Noor, hadir langsung mengikuti &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":132179,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[],"class_list":["post-131971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131971"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131971\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":133069,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131971\/revisions\/133069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/132179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}