{"id":13238,"date":"2015-10-16T16:23:40","date_gmt":"2015-10-16T08:23:40","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=13238"},"modified":"2015-10-16T16:23:40","modified_gmt":"2015-10-16T08:23:40","slug":"akibat-musim-kemarau-800-hektar-hutan-di-tanah-laut-hangus-terbakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akibat-musim-kemarau-800-hektar-hutan-di-tanah-laut-hangus-terbakar\/","title":{"rendered":"Akibat Musim Kemarau 800 Hektar Hutan Hangus Terbakar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/20140731kebakaran-lahan-sawit.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13239 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/20140731kebakaran-lahan-sawit.jpg\" alt=\"20140731kebakaran-lahan-sawit\" width=\"487\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>TANAH LAUT<\/strong> &#8211; Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Ahmad Hairin mengatakan 800 hektare hutan di wilayah Tanah Laut hangus terbakar akibat musim kemarau tahun ini berkepanjangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kebakaran hutan seluas 800 hektare tersebut di beberapa kecamatan dan kawasan hutan di daerah ini,&#8221; kata Ahmad Hairin di Pelaihari, Pada Hari Kamis (15\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut dia, dari hasil inventarisasi hutan terbakar seluas 800 hektare\u00a0 tersebut masuk dalam wilayah kawasan hutan kemasyarakatan, hutan produksi dan hutan lindung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, jelas dia, kebakaran juga terjadi di tiga gunung termasuk dalam kawasan hutan seperti Gunung Tikup, Gunung Batu Mandi, dan Gunung Kayangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia mengatakan, tidak saja kebakaran hutan terjadi di Tanah Laut, namun kebakaran lahan petani di beberapa kecamatan juga terjadi saat kemarau tahun ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun, sebut dia, untuk lahan pertanian warga terbakar itu keadaannya sudah tidak ada tanaman padi, karena sudah selesai dipanen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk lahan pertanian yang terbakar akibat kemarau tahun ini, ungkap dia, diperkirakan seluas 10 ribu hektare, terutama di Kecamatan Kurau, Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Bumi Makmur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebakaran hutan juga menimbulkan fenomena baru, yakni dengan munculnya hewan langka ke permukiman warga di beberapa desa, katanya tanpa menyebut nama jenis hewan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Munculnya hewan langka tersebut diduga akibat habitannya sudah hangus terbakar, sehingga mencari makan dan berlindung terpaksa ke permukiman warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Untuk itu saya meminta warga tidak membakar apa saja di sekitar permukiman saat musim kamarau, sebab hal itu dapat membahayakan lingkungan sekitar,&#8221; ujarnya. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH LAUT &#8211; Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Ahmad Hairin mengatakan 800 hektare hutan di wilayah Tanah Laut hangus terbakar akibat musim kemarau tahun ini berkepanjangan. &#8220;Kebakaran hutan seluas 800 hektare tersebut di beberapa kecamatan dan kawasan hutan di daerah ini,&#8221; kata Ahmad Hairin di Pelaihari, Pada Hari Kamis (15\/10). Menurut dia, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13239,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2276,2277],"tags":[],"class_list":["post-13238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13238"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13238\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}