{"id":13276,"date":"2015-10-17T21:16:00","date_gmt":"2015-10-17T13:16:00","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=13276"},"modified":"2015-10-17T21:16:00","modified_gmt":"2015-10-17T13:16:00","slug":"jarak-pandang-di-muara-teweh-hanya-40-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jarak-pandang-di-muara-teweh-hanya-40-meter\/","title":{"rendered":"Jarak Pandang di Muara Teweh Hanya 40 Meter"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/438587_620.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13277 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/438587_620.jpg\" alt=\"438587_620\" width=\"620\" height=\"413\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>BARITO UTARA<\/strong> &#8211; Kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, masih tebal dengan jarak pandang hanya 40 meter pada Sabtu pagi (17\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kabut asap pagi ini masih pekat disertai dengan embun sehingga jarak pandang sangat terbatas dan membuat sesak napas seta mata perih,&#8221; kata seorang warga Muara Teweh, Bram, Pada Hari Sabtu (17\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kabut asap ini sudah mengganggu aktivitas masyarakat, karena kabut sudah masuk rumah sehingga warga dalam rumah terganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Selain tercium kabut asap yang tidak enak, juga bau batu bara yang terbakar terbawa angin ke pemukiman warga sehingga sangat mengganggu kesehatan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Muara Teweh, Sunardi, mengatakan jarak pandang permukaan pada Sabtu pagi mencapai 40 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kabut asap ini masih parah dibanding Jumat (16\/10) sore dengan jarak pandang sekitar 70 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara Sekretaris Manggala Agni Pada Kantor Seksi Konservasi Wilayah IV Muara Teweh, Aswaludin mengatakan titik panas di wilayah Barito Utara sampai Jumat (16\/10) malam yang dideteksi satelit Terra\/Aqua (NASA) ada dua titik panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Sebelumnya titik panas itu di wilayah Barito Utara, sempat Nihil, namun kemarin muncul lagi.Kabut asap ini juga diperkirakan kiriman dari daerah lainnya diduga dari arah Selatan,&#8221; katanya. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO UTARA &#8211; Kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, masih tebal dengan jarak pandang hanya 40 meter pada Sabtu pagi (17\/10). &#8220;Kabut asap pagi ini masih pekat disertai dengan embun sehingga jarak pandang sangat terbatas dan membuat sesak napas seta mata perih,&#8221; kata seorang warga Muara Teweh, Bram, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13277,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2258,2259],"tags":[1461],"class_list":["post-13276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-utara-provinsi-kalimantan-tengah","category-kalimantan-tengah","tag-kabut-asap"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13276"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13276\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}