{"id":1332,"date":"2014-06-01T22:13:14","date_gmt":"2014-06-01T14:13:14","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=1332"},"modified":"2022-10-16T11:25:41","modified_gmt":"2022-10-16T03:25:41","slug":"bic-kurang-rp-800-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bic-kurang-rp-800-miliar\/","title":{"rendered":"BIC Kurang Rp 800 Miliar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sempat tak jelas pendanaannya, Pemkot Balikpapan kembali menyeriusi pembangunan Balikpapan Islamic Center (BIC) yang lahannya berada di kawasan Jl Syarifuddin Yoes, belakang Mapolda Kaltim. Proyek yang diidam-idamkan masyarakat muslim. \u201cIya benar kami akan membangun (melanjutkan) Balikpapan Islamic Center,\u201d kata Kabid Cipta Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Achmad Safei.<\/p>\n<p>Menurutnya, konsep pembangunan BIC berbeda dengan Samarinda Islamic Center (SIC) karena didesin khusus, memiliki ciri khas Balikpapan. Desainnya tetap menggunakan jawara sayembara beberapa waktu lalu. \u201cNggak boleh sama dong. Nanti kita dianggap menjiplak,\u201c tuturnya kepada wartawan, Sabtu (31\/5) kemarin.<\/p>\n<p>Tapi intinya, kata pria murah senyum ini, BIC memiliki ciri khas pada menara setinggi 99 meter. Dari atas menara ini para jamaah bisa melihat pemandangan Kota Beriman. Apalagi lahan BIC memang sudah berada di perbukitan. \u201cPokoknya menara ini yang membuat perbedaan BIC. Sedangkan fasilitas lainnya tidak berbeda jauh dengan islamic center lain, khususnya tempat ibadah,\u201d terang Safei.<\/p>\n<p>Sebelumnya Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong mengatakan, pembangunan BIC diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp840 miliar. DPRD telah sepakat pembangunan BIC merupakan proyek multi years yang dialokasikan selama tiga tahun anggaran, mulai 2013 hingga 2016. \u201cIya kami sudah sepakat proyeknya paket multiyears, berdasarkan DED (detailed engineering design) dibutuhkan dana sekitar Rp840 miliar,\u201d ujar ABS-sapaan akrabnya.<\/p>\n<p>Menurut ABS, ditetapkan BIC sebagai proyek multi years tahun 2013 ini. Sebab tahun 2014, masa jabatan DPRD akan berakhir. Sehingga untuk menjaga eksistensi pembangunan islamic center, maka tahap pertama pembangunannya ditetapkan tahun ini.<\/p>\n<p>Menurutnya untuk pembangunan jalan, plaza dan bangunan utama akan menelan anggaran sebesar Rp340 miliar. \u201cKalau untuk pembanguan tahap pertama yakni bangunan utama masjid diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp160 miliar, kemudian dilanjutkan tahun kedua,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Dijelaskannya, pembangunan BIC tersebut, dibagi dalam delapan paket yang membutuhkan anggaran cukup besar. \u201cMemang yang disepakati begitu, sangat besar anggarannya makanya disepakati multi years,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid. Ia mengatakan, dalam APBD Perubahan 2013 dana BIC dialokasikan sekira Rp52 miliar. \u201cJadi di APBD Perubahan ini kita alokasikan untuk BIC. Kemudian di APBD 2014 juga akan dialokasikan lagi BIC, karena memang kita sepakati masuk proyek multi years. Jadi bertahap,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Tahun 2013, pembangun BIC ini mendapatkan alokasi anggaran dari Pemprov Kaltim sebesar Rp 10 miliar. \u201cAnggaran dari provinsi sudah digunakan untuk pematangan umum lahan BIC dan pemagaran serta Kantor MUI,\u201d katanya. Diakuinya, proyek pembangunan BIC sempat terkendala pendanaan. Karena pemkot juga sedang membangun Stadion Balikpapan yang memerlukan anggaran besar, maka dijadikan prioritas. [] RedFj\/BP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sempat tak jelas pendanaannya, Pemkot Balikpapan kembali menyeriusi pembangunan Balikpapan Islamic Center (BIC) yang lahannya berada di kawasan Jl Syarifuddin Yoes, belakang Mapolda Kaltim. Proyek yang diidam-idamkan masyarakat muslim. \u201cIya benar kami akan membangun (melanjutkan) Balikpapan Islamic Center,\u201d kata Kabid Cipta Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Achmad Safei. Menurutnya, konsep pembangunan BIC berbeda &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1333,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[],"class_list":["post-1332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1332"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22580,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1332\/revisions\/22580"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}