{"id":133232,"date":"2025-09-02T08:36:24","date_gmt":"2025-09-02T00:36:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133232"},"modified":"2025-09-02T08:36:24","modified_gmt":"2025-09-02T00:36:24","slug":"insiden-kebocoran-jargas-berulang-dprd-desak-antisipasi-di-lapangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/insiden-kebocoran-jargas-berulang-dprd-desak-antisipasi-di-lapangan\/","title":{"rendered":"Insiden Kebocoran Jargas Berulang, DPRD Desak Antisipasi di Lapangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG <\/strong>\u2013 Kebocoran pipa jaringan gas (jargas) kembali terjadi di Kota Bontang. Kali ini insiden berlangsung di Jalan WR Supratman, setelah pengerjaan saluran drainase yang berdampak pada infrastruktur bawah tanah. PT Bontang Migas dan Energi (BME) memastikan distribusi jargas ke pelanggan di kawasan Tanjung Laut harus dihentikan sementara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unit Layanan Umum PT BME, Bursan, menjelaskan penghentian distribusi dilakukan pada Selasa (02\/09\/2025) sejak pukul 09.00 Wita. \u201cDistribusi dihentikan sementara mulai 09.00 Wita,\u201d terangnya. Menurutnya, perbaikan diperkirakan memakan waktu dua jam, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca. \u201cKalau hujan atau situasi tidak memungkinkan maka ditunda,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BME meminta pelanggan untuk beralih menggunakan tabung elpiji selama perbaikan berlangsung. \u201cMohon maaf atas ketidaknyamanan ini,\u201d tutur Bursan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Catatan kebocoran pipa jargas bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, insiden serupa tercatat di Jalan HM Ardans, R Suprapto, Suryanata, hingga Perum Pesona Bukit Sintuk, bahkan ada titik yang mengalami kebocoran hingga tiga kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi ini mendapat perhatian dari DPRD Bontang. Wakil Ketua Komisi C, Muhammad Sahib, menilai pengawasan proyek drainase masih sangat lemah. \u201cKalau ini tidak berdampak ke masyarakat aman saja. Tetapi akibat kebocoran pipa, maka layanan air bersih atau jargas harus terhenti sementara,\u201d kata Sahib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan kontraktor seharusnya dibekali informasi detail mengenai site plan jaringan pipa sebelum menggali. \u201cKemudian saat penggalian harus memakai alat deteksi atau detektor. Tujuannya supaya alat berat tidak kena pipa. Jadi tahu di kedalaman berapa ada pipa,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sahib, berulangnya kasus kebocoran lebih disebabkan faktor kelalaian. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan petugas terkait di lapangan sejak awal pengerjaan. \u201cJangan turun ketika ada kebocoran. Ini semestinya bisa diantisipasi,\u201d pungkasnya. [] Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Kebocoran pipa jaringan gas (jargas) kembali terjadi di Kota Bontang. Kali ini insiden berlangsung di Jalan WR Supratman, setelah pengerjaan saluran drainase yang berdampak pada infrastruktur bawah tanah. PT Bontang Migas dan Energi (BME) memastikan distribusi jargas ke pelanggan di kawasan Tanjung Laut harus dihentikan sementara. Unit Layanan Umum PT BME, Bursan, menjelaskan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":133235,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[],"class_list":["post-133232","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133232"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":133236,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133232\/revisions\/133236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}