{"id":133415,"date":"2025-09-03T09:08:35","date_gmt":"2025-09-03T01:08:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133415"},"modified":"2025-09-03T09:08:35","modified_gmt":"2025-09-03T01:08:35","slug":"seminar-moderasi-beragama-di-sanggau-dorong-persaudaraan-lintas-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/seminar-moderasi-beragama-di-sanggau-dorong-persaudaraan-lintas-agama\/","title":{"rendered":"Seminar Moderasi Beragama di Sanggau Dorong Persaudaraan Lintas Agama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"378\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">SANGGAU &#8211;<\/strong> Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menekankan pentingnya memperkuat moderasi beragama, khususnya bagi pelajar dan pemuda yang dinilai sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan <em data-start=\"227\" data-end=\"296\">Seminar Modernisasi Beragama Bagi Pelajar dan Pemuda di Era Digital<\/em> yang berlangsung di Aula Babai Cinga, Kantor Bupati Sanggau, Selasa (02\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"380\" data-end=\"702\">Menurut Susana, pendidikan agama bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga berperan besar dalam pembentukan karakter. \u201cPendidikan agama bagi pemuda sangatlah penting, karena salah satunya membentuk karakter akhlak mulia dan nilai-nilai moral yang kuat, serta menarapkan kecerdasan spiritual dan juga toleransi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"704\" data-end=\"983\">Seminar tersebut digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau dengan melibatkan siswa SMA sederajat, mahasiswa, serta organisasi kemasyarakatan pemuda lintas agama dan suku. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"985\" data-end=\"1427\">Susana menyampaikan bahwa penguatan moderasi beragama tidak bisa hanya dibebankan kepada FKUB. Peran keluarga, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, instansi pemerintah, hingga organisasi masyarakat dinilai sangat penting dalam menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan. Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama FKUB berkomitmen untuk terus merawat kerukunan antarumat beragama di Sanggau agar tercipta suasana masyarakat yang harmonis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1429\" data-end=\"1685\">Selain menyoroti pentingnya toleransi, Susana juga mengingatkan tentang tantangan generasi muda ke depan. Ia menyebut, pada tahun 2045, ketika Indonesia memasuki usia satu abad kemerdekaan, generasi muda saat ini akan menjadi tulang punggung pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1687\" data-end=\"1970\">\u201cGenerasi muda hari ini adalah generasi emas di tahun 2045, 100 tahun bangsa Indonesia merdeka,\u201d tegasnya. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter Pancasila, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1972\" data-end=\"2199\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan penuh keyakinan, Susana menutup sambutannya. \u201cSaya percaya pada masa depan generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman, mentransformasi pemikiran-pemikiran baru untuk mewujudkan generasi emas Indonesia,\u201d pungkasnya.[]\n<p data-start=\"1972\" data-end=\"2199\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SANGGAU &#8211; Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menekankan pentingnya memperkuat moderasi beragama, khususnya bagi pelajar dan pemuda yang dinilai sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Seminar Modernisasi Beragama Bagi Pelajar dan Pemuda di Era Digital yang berlangsung di Aula Babai Cinga, Kantor Bupati Sanggau, Selasa (02\/09\/2025). Menurut Susana, pendidikan agama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":133416,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,38],"tags":[],"class_list":["post-133415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133415"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":133417,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133415\/revisions\/133417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}