{"id":133462,"date":"2025-09-03T10:15:22","date_gmt":"2025-09-03T02:15:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133462"},"modified":"2025-09-03T10:15:22","modified_gmt":"2025-09-03T02:15:22","slug":"zainal-paliwang-aspirasi-boleh-tapi-jangan-rusak-fasilitas-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/zainal-paliwang-aspirasi-boleh-tapi-jangan-rusak-fasilitas-publik\/","title":{"rendered":"Zainal Paliwang: Aspirasi Boleh, Tapi Jangan Rusak Fasilitas Publik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"255\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"22\">TANJUNG SELOR &#8211;<\/strong> Di tengah meningkatnya gelombang unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan situasi kondusif di provinsi termuda ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"257\" data-end=\"474\">Hingga awal September 2025, Kaltara tercatat relatif tenang dibandingkan sejumlah daerah lain. Gubernur Zainal menilai warga provinsi ini menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi berbagai isu nasional yang berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"476\" data-end=\"645\">\u201cKita berharap situasi ini terus kita jaga. Jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar. Jangan kita terprovokasi,\u201d ujar Zainal saat ditemui, Senin (01\/09\/2025) lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"647\" data-end=\"1017\">Gubernur menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang, namun pelaksanaannya harus tertib dan tidak merusak fasilitas umum. \u201cKita bersyukur bahwa kegiatan unjuk rasa di Kaltara ini sangat kondusif. Untuk menyampaikan aspirasi itu sudah ada aturannya. Tidak boleh sampai merusak fasilitas yang sudah kita bangun,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1019\" data-end=\"1431\">Zainal menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di Kaltara merupakan hasil kerja keras bersama dan didanai dari anggaran rakyat. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat merawat fasilitas publik yang ada dan tidak merusaknya. \u201cKita membangun dari uang masyarakat. Jangan sampai apa yang sudah kita bangun justru dirusak. Kalau perlu, mari kita tambah lagi pembangunan-pembangunan yang belum tersedia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1433\" data-end=\"1634\">Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah, Gubernur juga mengajak organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk aktif berperan dalam menciptakan kondisi aman dan damai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1636\" data-end=\"1799\">\u201cMari kita bergandengan tangan untuk tidak terprovokasi oleh hal-hal yang bisa memicu ketidakamanan dan ketidaknyamanan masyarakat di Kaltara ini,\u201d tutup Zainal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1801\" data-end=\"2216\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Langkah ini menunjukkan fokus pemerintah provinsi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika sosial-politik, sekaligus menegaskan pentingnya partisipasi warga dan pemangku kepentingan lokal dalam merawat kedamaian serta infrastruktur publik. Dengan pendekatan ini, Kaltara diharapkan tetap menjadi contoh wilayah yang mampu menyeimbangkan aspirasi demokratis dengan disiplin dan ketertiban.[]\n<p data-start=\"1801\" data-end=\"2216\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANJUNG SELOR &#8211; Di tengah meningkatnya gelombang unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan situasi kondusif di provinsi termuda ini. Hingga awal September 2025, Kaltara tercatat relatif tenang dibandingkan sejumlah daerah lain. Gubernur Zainal menilai warga provinsi ini menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":133463,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,9878],"tags":[],"class_list":["post-133462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-tanjung-selor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133462"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133462\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":133464,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133462\/revisions\/133464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}