{"id":133533,"date":"2025-09-03T14:00:59","date_gmt":"2025-09-03T06:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133533"},"modified":"2025-09-05T14:05:10","modified_gmt":"2025-09-05T06:05:10","slug":"dprd-kukar-kawal-proyek-jembatan-upaya-tak-ada-pekerjaan-mangkrak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-kukar-kawal-proyek-jembatan-upaya-tak-ada-pekerjaan-mangkrak\/","title":{"rendered":"DPRD Kukar Kawal Proyek Jembatan, Upaya Tak Ada Pekerjaan Mangkrak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> \u2013 Pembangunan jembatan di Tenggarong yang menghubungkan Jalan Kartini dengan Jalan Monumen Barat terus menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar). Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, memastikan progres konstruksi berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ahmad Yani, jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai simbol pembangunan daerah. \u201cKami sudah turun langsung ke lokasi pembangunan. Dari hasil pengecekan, semua sesuai progres. Insyaallah akhir tahun ini bisa selesai dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,\u201d jelasnya seusai meninjau progres pembangunan, Selasa (02\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan DPRD bersama pemerintah kabupaten melakukan pengawasan ketat agar pembangunan tidak keluar dari perencanaan. Ahmad Yani mengingatkan agar proyek tersebut tidak bernasib sama dengan sejumlah proyek mangkrak di daerah lain. \u201cKalau tidak dipantau, bisa saja pekerjaannya tidak selesai tepat waktu atau kualitasnya menurun. Kami ingin memastikan semuanya sesuai spesifikasi, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat anggaran,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain soal jadwal, ia juga menekankan kualitas pengerjaan. Menurutnya, jembatan harus kokoh dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang. \u201cBukan hanya selesai cepat, tapi juga harus berkualitas. Tidak boleh ada kekurangan sedikit pun,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jembatan yang saat ini tengah dibangun diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Tenggarong dan sekitarnya. Dengan rampungnya pembangunan, akses warga akan semakin mudah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. \u201cKami ingin asas manfaatnya langsung terasa. Dengan rampungnya jembatan ini, aktivitas perdagangan, pariwisata, hingga pergerakan masyarakat bisa lebih lancar,\u201d terang Yani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, keberadaan jembatan juga diyakini dapat menunjang pengembangan pariwisata di kawasan Sungai Mahakam. Infrastruktur baru ini berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terlebih jika dipadukan dengan penataan kawasan sungai secara terpadu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski waktu penyelesaian relatif singkat, Ahmad Yani tetap optimistis proyek dapat dituntaskan tepat waktu. Optimisme tersebut didasarkan pada laporan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang menyebut pengerjaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. \u201cTarget kami akhir Desember. Kalau semua pihak konsisten bekerja sesuai jadwal, insyaallah selesai. Masyarakat sudah menunggu lama, jadi kami ingin secepatnya dimanfaatkan,\u201d pungkasnya. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Pembangunan jembatan di Tenggarong yang menghubungkan Jalan Kartini dengan Jalan Monumen Barat terus menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar). Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, memastikan progres konstruksi berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Menurut Ahmad Yani, jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":133535,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[129,608],"class_list":["post-133533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-dprd-kukar","tag-proyek-jembatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133533"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134069,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133533\/revisions\/134069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}