{"id":133541,"date":"2025-09-03T14:19:51","date_gmt":"2025-09-03T06:19:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133541"},"modified":"2025-09-05T14:24:42","modified_gmt":"2025-09-05T06:24:42","slug":"ahmad-yani-pastikan-pasar-modern-tenggarong-selesai-akhir-desember","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ahmad-yani-pastikan-pasar-modern-tenggarong-selesai-akhir-desember\/","title":{"rendered":"Ahmad Yani Pastikan Pasar Modern Tenggarong Selesai Akhir Desember"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI KARTANEGARA <\/b>\u2013 Pembangunan Pasar Tangga Arung di Tenggarong terus dipercepat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mengungkapkan pasar tersebut dibangun dengan konsep modern menyerupai pusat perbelanjaan, sehingga mendapat sebutan Mall Kukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski tampak sederhana dari luar, Ahmad Yani menegaskan fasilitas di dalamnya tergolong lengkap. \u201cBangunan ini bukan pasar tradisional biasa. Ada ruang terbuka hijau, masjid, hingga hall kuliner. Jadi konsepnya seperti mal, bukan sekadar pasar,\u201d ujarnya saat meninjau progres pembangunan, Selasa (02\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasar Tangga Arung dikonsep sebagai pasar kering. Artinya, tidak ada aktivitas penjualan ikan dan sayuran basah di dalamnya. Komoditas tersebut dialihkan ke lokasi lain, yakni Mangkurawang. \u201cIni pasar kering. Tidak ada pedagang ikan dan sayur di sini. Penjualnya tetap diakomodasi, tetapi harus ditata sesuai zonasi barang dagangan. Jadi rapi, bersih, dan nyaman seperti mal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan konsep modern tersebut, pasar ini juga diharapkan dikelola secara profesional layaknya pusat perbelanjaan besar. Ahmad Yani menekankan pentingnya manajemen yang baik agar pasar dapat berjalan efektif, memberikan kenyamanan bagi pembeli maupun pedagang, sekaligus menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan pasar ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Meski begitu, Ahmad Yani tidak menutup kemungkinan adanya tambahan waktu untuk pembenahan estetika. Namun, secara fungsi pasar dipastikan bisa dimanfaatkan masyarakat setelah rampung. \u201cKalau pun ada tambahan waktu, itu hanya untuk mempercantik. Intinya Desember ini pasar sudah selesai dibangun,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi polemik lapak yang sempat mencuat, Ahmad Yani menilai hal tersebut bukan masalah besar. Menurutnya, yang terpenting adalah seluruh pedagang mendapatkan tempat sesuai kebutuhan dan tertata dengan baik. \u201cPolemik lapak itu hanya teknis. Intinya semua pedagang diakomodasi. Hanya saja harus diatur, jangan bercampur. Misalnya pakaian dengan pakaian, kuliner dengan kuliner. Jadi pasar terlihat rapi dan menarik,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasar Tangga Arung atau Mall Kukar diharapkan menjadi pusat ekonomi baru di Tenggarong. Dengan fasilitas modern dan pengelolaan yang profesional, pasar ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pedagang lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPasar ini akan menjadi ikon ekonomi baru Kukar. Pedagang punya tempat usaha yang lebih layak, masyarakat juga mendapat pengalaman berbelanja yang lebih nyaman,\u201d tutup Ahmad Yani. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Pembangunan Pasar Tangga Arung di Tenggarong terus dipercepat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mengungkapkan pasar tersebut dibangun dengan konsep modern menyerupai pusat perbelanjaan, sehingga mendapat sebutan Mall Kukar. Meski tampak sederhana dari luar, Ahmad Yani menegaskan fasilitas di dalamnya tergolong lengkap. \u201cBangunan ini bukan pasar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":133542,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[129,1140],"class_list":["post-133541","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-dprd-kukar","tag-pasar-tangga-arung"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133541"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133541\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134081,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133541\/revisions\/134081"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}