{"id":133563,"date":"2025-09-04T14:34:34","date_gmt":"2025-09-04T06:34:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133563"},"modified":"2025-09-05T14:43:44","modified_gmt":"2025-09-05T06:43:44","slug":"dprd-apresiasi-program-mbg-walau-masih-terbatas-di-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-apresiasi-program-mbg-walau-masih-terbatas-di-samarinda\/","title":{"rendered":"DPRD Apresiasi Program MBG Walau Masih Terbatas di Samarinda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>SAMARINDA <\/b>\u2013 Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo mulai menjangkau sekolah-sekolah di Kota Samarinda. Meski belum merata di seluruh sekolah, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi siswa dan mendukung pembelajaran mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai program tersebut merupakan langkah positif pemerintah pusat untuk memperbaiki gizi anak-anak sekolah. \u201cTerkait tentang makan bergizi gratis yang sudah dijalankan oleh pemerintah pusat,\u201d ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu (03\/09\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novan menegaskan ada sejumlah hal penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan program ini agar benar-benar tepat sasaran. \u201cJadi yang pertama-tama kita melihat tinggal tingkat penyebarannya,\u201d ungkapnya. Ia menambahkan, manfaat program juga harus bisa dirasakan secara nyata oleh siswa penerima. \u201cKedua, bagaimana program ini benar-benar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi khususnya siswa-siswi yang menerima,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Novan, tujuan utama Presiden meluncurkan program MBG adalah memperbaiki kualitas gizi anak-anak, yang diharapkan berdampak positif pada peningkatan mutu pembelajaran. \u201cJadi tujuan Pak Presiden ini kan salah satunya adalah bagaimana meningkatkan gizi dari anak-anak yang ke depannya hal tersebut juga yang khususnya itu meningkatkan kualitas pelajaran, dalam artian dalam menyerap pelajaran dan lain-lain,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai, jika gizi anak-anak terpenuhi dengan baik, maka mereka akan lebih siap dan mampu menyerap materi pelajaran di sekolah. \u201cInilah yang harapan dari Pak Presiden,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novan juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, terutama sekolah-sekolah yang sudah menerima bantuan makanan bergizi gratis. \u201cJadi hal tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya sekolah-sekolah yang saat ini menerima makan bergizi gratis,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, ia mengakui penyebaran program MBG di Kota Samarinda masih terbatas. \u201cMemang berkaitan tentang penyebaran hari ini belum seluruhnya sekolah yang ada di Kota Samarinda, baik semua tingkatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Novan memahami bahwa program ini dilakukan secara bertahap sehingga belum bisa menjangkau semua sekolah sekaligus. \u201cItu belum sepenuhnya menerima tapi hal ini kita memaklumi bahwa tahapannya, dan mudah-mudahan tahun depan itu dapat terlaksana secara menyeluruh,\u201d pungkasnya. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo mulai menjangkau sekolah-sekolah di Kota Samarinda. Meski belum merata di seluruh sekolah, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi siswa dan mendukung pembelajaran mereka. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai program tersebut merupakan langkah positif &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":133564,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[11843,9318],"class_list":["post-133563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-mohammad-novan-syahronny-pasie","tag-program-mbg"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133563"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134088,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133563\/revisions\/134088"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}