{"id":133566,"date":"2025-09-04T14:49:39","date_gmt":"2025-09-04T06:49:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133566"},"modified":"2025-09-05T15:05:24","modified_gmt":"2025-09-05T07:05:24","slug":"dprd-samarinda-dorong-pemberdayaan-melalui-pro-bebaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-dorong-pemberdayaan-melalui-pro-bebaya\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda Dorong Pemberdayaan Melalui Pro-Bebaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>SAMARINDA <\/b>\u2013 Program Pro-Bebaya yang digagas Pemerintah Kota Samarinda diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini dinilai strategis karena tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup warga di berbagai bidang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menekankan pentingnya pengelolaan Pro-Bebaya agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. \u201cJadi, Pro-Bebaya sendiri kan punya dua arahan, baik itu secara pembangunan infrastruktur, karena ini sarana dan prasarananya, serta peningkatan kualitas,\u201d ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu (03\/09\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novan menjelaskan, peningkatan kualitas yang dimaksud mencakup bidang pendidikan, kesehatan, hingga keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. \u201cBaik itu pendidikan, kesehatan, maupun keterampilan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pengelolaan yang dilakukan kelompok masyarakat (Pokmas). \u201cHal ini sebenarnya harus perlu ditingkatkan, tinggal bagaimana benar-benar dikelola oleh Pokmas itu sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Novan menekankan pentingnya kesesuaian program pelatihan keterampilan dengan kebutuhan riil warga di lingkungannya masing-masing. \u201cPokmas itu sendiri misalnya, dari keterampilan benar-benar sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan di lingkungan tersebut dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pangsa, ataupun kondisi negara kita saat ini,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, keberhasilan Pro-Bebaya tidak semata diukur dari pembangunan infrastruktur, melainkan juga dari pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran. \u201cAgar benar-benar tidak menjadi program ataupun pelaksanaan yang sia-sia,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novan juga menyoroti pentingnya kesinambungan antara pemerintah kota, pihak kelurahan, RT, dan masyarakat dalam mengelola program ini. Dengan pengelolaan yang tepat, Pro-Bebaya diyakini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menjadi modal berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DPRD Samarinda terus mendorong setiap Pokmas agar lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan dana maupun fasilitas dari Pro-Bebaya. Dengan demikian, program ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin tahunan, melainkan juga sarana penguatan kapasitas masyarakat untuk menghadapi tantangan pembangunan di era sekarang. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Program Pro-Bebaya yang digagas Pemerintah Kota Samarinda diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini dinilai strategis karena tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup warga di berbagai bidang. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menekankan pentingnya pengelolaan Pro-Bebaya agar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":133567,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[11845,11844],"class_list":["post-133566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-pokmas","tag-pro-bebaya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133566"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134094,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133566\/revisions\/134094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}