{"id":133569,"date":"2025-09-04T15:06:33","date_gmt":"2025-09-04T07:06:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133569"},"modified":"2025-09-05T15:18:34","modified_gmt":"2025-09-05T07:18:34","slug":"pro-bebaya-diharapkan-dorong-samarinda-menuju-zero-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pro-bebaya-diharapkan-dorong-samarinda-menuju-zero-stunting\/","title":{"rendered":"Pro-Bebaya Diharapkan Dorong Samarinda Menuju Zero Stunting"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>SAMARINDA <\/b>\u2013 Program Pro-Bebaya yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda dinilai memiliki peran penting dalam menekan angka stunting. Program ini sejalan dengan target Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda yang menargetkan zero stunting di masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan bahwa Pro-Bebaya dapat menjadi instrumen strategis untuk mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting. \u201cJadi manfaat dari Pro-Bebaya sendiri ini sebenarnya juga salah satu dengan target kita bersama ya, bukan hanya target pemerintah pusat tapi khususnya target pemerintah ataupun target Kota Samarinda agar kita ke depan zero stunting,\u201d ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu (03\/09\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Novan, Pro-Bebaya memiliki keunggulan karena menyentuh langsung masyarakat, sehingga lebih tepat digunakan untuk mendukung program penurunan stunting. \u201cHal ini memang merupakan instrumen agar stunting ini akan terus menurun setiap bulannya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menekankan pentingnya konsistensi, ketepatan sasaran, serta kesinambungan dalam pelaksanaan program agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. \u201cJadi hal tersebut harus benar-benar dilaksanakan secara tepat dan benar-benar diawasi serta dijaga keberlangsungannya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Novan menyoroti pentingnya data yang akurat mengenai jumlah anak stunting di setiap wilayah. Menurutnya, data tersebut menjadi landasan dalam merancang langkah penanganan yang efektif. \u201cKarena yang paling terpenting adalah bukan hanya penanganan, tapi bagaimana proses pendataan anak-anak yang mengalami stunting ini sendiri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, Pro-Bebaya juga unggul karena melibatkan masyarakat dan kelompok pelaksana di tingkat RT maupun kelurahan. Dengan demikian, program dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. \u201cJadi kaitan dengan Pro-Bebaya tadi itu hal yang cukup positif dan itu merupakan instrumen yang tepat karena langsung mengarah ataupun pelaksanaan langsung di wilayah masing-masing,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novan menilai, Pro-Bebaya bukan hanya instrumen pengentasan stunting jangka pendek, tetapi juga langkah berkelanjutan yang berdampak besar bagi generasi mendatang. Keberhasilan program ini diyakini akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di Samarinda di masa depan. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Program Pro-Bebaya yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda dinilai memiliki peran penting dalam menekan angka stunting. Program ini sejalan dengan target Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda yang menargetkan zero stunting di masa mendatang. Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan bahwa Pro-Bebaya dapat menjadi instrumen strategis untuk mendukung &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":133570,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[11844,11846],"class_list":["post-133569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-pro-bebaya","tag-zero-stunting"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133569"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133569\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134104,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133569\/revisions\/134104"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}