{"id":133581,"date":"2025-09-04T16:22:00","date_gmt":"2025-09-04T08:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=133581"},"modified":"2025-09-05T16:28:37","modified_gmt":"2025-09-05T08:28:37","slug":"dprd-samarinda-pertumbuhan-penduduk-harus-diimbangi-pencegahan-kejahatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-pertumbuhan-penduduk-harus-diimbangi-pencegahan-kejahatan\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda: Pertumbuhan Penduduk Harus Diimbangi Pencegahan Kejahatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA <\/strong>\u2013 Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyoroti persoalan sosial yang timbul akibat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Kota Tepian. Ia menilai, pertambahan jumlah penduduk membawa konsekuensi pada meningkatnya berbagai persoalan, termasuk tindak kriminalitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerkaitan tentang efek ya, efek dari pertambahan penduduk itu salah satunya adalah tingkat kejahatan itu meningkat,\u201d ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu (03\/09\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Novan menegaskan bahwa tingginya angka kriminalitas tidak bisa dijadikan tolok ukur utama dalam menilai kualitas suatu daerah. \u201cTapi hal tersebut bukan menjadi barometer ataupun patokan ya untuk suatu daerah, khususnya Samarinda,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana semua pihak berupaya mencegah agar masyarakat tidak terdorong melakukan tindakan kriminal. \u201cHal yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan meminimalisir potensi agar orang enggan berbuat kejahatan tersebut,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novan menilai, salah satu kunci pencegahan tindak kejahatan adalah menciptakan lapangan kerja yang luas. Kesempatan kerja yang memadai akan membuat masyarakat lebih mapan secara ekonomi, sehingga menekan potensi kriminalitas. \u201cTerus bagaimana hari ini pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan sehingga ekonomi masyarakat itu lebih mumpuni ataupun lebih mapan, sehingga potensi untuk tingkat kejahatan tersebut juga minim,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungannya. \u201cBagaimana peran serta seluruh masyarakat untuk saling bahu membahu dan bantu-membantu untuk bagaimana melihat kondisi di lingkungan sekitar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Novan mencontohkan, masyarakat dapat berkontribusi dengan membantu memberikan kesempatan kerja bagi warga yang menganggur. \u201cContohnya misalnya ada pengangguran di wilayah maupun lingkungan tersebut masyarakat juga memberikan peluang bagi mereka agar mereka dapat memperoleh penghasilan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, upaya pencegahan kejahatan diyakini akan lebih maksimal. Kondisi sosial ekonomi yang stabil akan membuat warga lebih terhindar dari dorongan melakukan perbuatan melawan hukum. Ia optimistis, Samarinda mampu menjaga keamanan dan ketertiban apabila seluruh pihak bersatu dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyoroti persoalan sosial yang timbul akibat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Kota Tepian. Ia menilai, pertambahan jumlah penduduk membawa konsekuensi pada meningkatnya berbagai persoalan, termasuk tindak kriminalitas. \u201cBerkaitan tentang efek ya, efek dari pertambahan penduduk itu salah satunya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":133582,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[11843],"class_list":["post-133581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-mohammad-novan-syahronny-pasie"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133581"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134129,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133581\/revisions\/134129"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/133582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}