{"id":134463,"date":"2025-08-07T16:29:08","date_gmt":"2025-08-07T08:29:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=134463"},"modified":"2025-09-06T16:36:08","modified_gmt":"2025-09-06T08:36:08","slug":"aini-farida-dorong-pemkab-kembangkan-potensi-lokal-untuk-pad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/aini-farida-dorong-pemkab-kembangkan-potensi-lokal-untuk-pad\/","title":{"rendered":"Aini Farida Dorong Pemkab Kembangkan Potensi Lokal untuk PAD"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> \u2013 Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025\u20132029, Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Aini Farida, menegaskan perlunya menempatkan sektor pendidikan dan pariwisata sebagai prioritas. Menurutnya, dua sektor tersebut merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal itu ia sampaikan dalam forum bersama Sekda Kukar dan jajaran pemerintah daerah, Rabu (06\/08\/2025). Aini menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi masa depan yang tidak bisa ditawar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau kita lengah soal pendidikan, generasi mendatang akan kehilangan arah. Maka ini wajib menjadi perhatian utama dalam RPJMD,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya menyangkut pembangunan gedung sekolah, melainkan juga peningkatan kualitas tenaga pendidik, akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok, serta kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan langkah tersebut, Kukar diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing dengan daerah lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pendidikan, Aini juga menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi alternatif. Ia menilai potensi Kukar sangat besar, mulai dari kekayaan budaya hingga keindahan alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLihat saja wilayah seperti Lekaq Kidau. Potensinya luar biasa, budaya Dayaknya masih sangat kuat, ini bisa menjadi desa wisata andalan jika kita promosikan dengan baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aini mengingatkan agar Kukar tidak terlalu bergantung pada sektor batu bara yang bersifat tidak terbarukan. Ia mendorong pemerintah untuk mengembangkan pariwisata, pertanian, perikanan, dan UMKM sebagai basis ekonomi jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau kita galakkan wisata berbasis budaya dan alam, selain menambah Pendapatan Asli Daerah, juga melestarikan warisan leluhur kita,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dalam pengelolaan potensi lokal sangat penting agar program pembangunan tidak hanya berorientasi pada angka, melainkan juga memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya harap ini menjadi perhatian kita bersama dalam RPJMD ke depan. Jangan sampai kita kehilangan momentum untuk membangun sektor yang berkelanjutan,\u201d tutupnya. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025\u20132029, Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Aini Farida, menegaskan perlunya menempatkan sektor pendidikan dan pariwisata sebagai prioritas. Menurutnya, dua sektor tersebut merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan dalam forum bersama Sekda &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":134464,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[11874,4062],"class_list":["post-134463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-aini-farida","tag-rpjmd"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134463"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134466,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134463\/revisions\/134466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/134464"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}