{"id":134502,"date":"2025-09-05T13:36:43","date_gmt":"2025-09-05T05:36:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=134502"},"modified":"2025-09-07T13:57:07","modified_gmt":"2025-09-07T05:57:07","slug":"dprd-minta-traffic-light-simpang-4-samarinda-segera-diaktifkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-minta-traffic-light-simpang-4-samarinda-segera-diaktifkan\/","title":{"rendered":"DPRD Minta Traffic Light Simpang 4 Samarinda Segera Diaktifkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"366\" data-end=\"699\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Kemacetan yang kerap terjadi di simpang empat Jalan Pattimura dan Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang, mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sampri Shaputra. Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan dan lampu lalu lintas yang mati menjadi faktor utama kemacetan di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"701\" data-end=\"888\">\u201cMeminta Dishub Kota Samarinda agar mengaktifkan lampu lalu lintas di simpang empat Samarinda Seberang,\u201d ujar Sampri saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (04\/09\/2025) sore.<\/p>\n<figure id=\"attachment_134677\" aria-describedby=\"caption-attachment-134677\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-134677 size-medium\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/photo_2025-09-06_23-48-03-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/photo_2025-09-06_23-48-03-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/photo_2025-09-06_23-48-03-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/photo_2025-09-06_23-48-03-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/photo_2025-09-06_23-48-03.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-134677\" class=\"wp-caption-text\">Ketua Komisi I DPRD Samarainda ,Sampri Shaputra<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"890\" data-end=\"1197\">Ketiadaan lampu pengatur membuat arus lalu lintas menjadi semrawut dan sering menimbulkan penumpukan kendaraan, terutama pada jam sibuk. Kondisi ini juga mendorong masyarakat setempat untuk berinisiatif menjadi relawan pengatur lalu lintas, meskipun mereka tidak memiliki pengetahuan atau pelatihan resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1199\" data-end=\"1413\">\u201cSehingga kadang-kadang banyak relawan-relawan yang melakukan pengaturan yang menurut kita tidak punya basic di sana, tidak punya basic bagaimana mengatur lalu lintas bahkan cenderung malah jadi macet,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1415\" data-end=\"1752\">Sampri menambahkan, pengaturan spontan oleh masyarakat justru berpotensi memperparah kemacetan. Relawan kadang menghentikan kendaraan terlalu lama atau membiarkan kendaraan lain bergerak terlalu cepat, sehingga alur lalu lintas menjadi tidak terkendali. \u201cIni peran polisi lalu lintas juga untuk memberikan perhatian di situ,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1754\" data-end=\"2023\">Ia menegaskan, pengaturan lalu lintas idealnya dilakukan oleh pihak yang memiliki keterampilan dan pelatihan resmi, seperti aparat kepolisian. \u201cKalau polisi lalu lintas kita yakinlah karena dia sudah dibekali dengan ilmu mengatur lalu lintas sehingga paham,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2025\" data-end=\"2369\">Meski demikian, Sampri tetap memberikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat yang berusaha membantu mengurai kemacetan. \u201cSaya juga sebenarnya memberikan apresiasi juga pada masyarakat yang berinisiatif untuk mengatur lalu lintas sebagai relawan,\u201d kata dia. Namun, peran tersebut bersifat sementara dan tidak bisa dijadikan solusi permanen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2371\" data-end=\"2729\">\u201cTerlepas itu kemudian ada yang memberi dan sebagainya itu urusan si pengguna jalan, mungkin berterima kasih atas jasa mereka mengatur lalu lintas tapi paling tidak itu mungkin sedikit membantu. Tapi kadang-kadang karena tidak punya skill, tidak ada pembekalan tentang pengaturan lalu lintas, kadang-kadang bisa menyebabkan jadi macet parah,\u201d tegas Sampri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2731\" data-end=\"3042\">Untuk itu, ia mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda segera mengaktifkan lampu lalu lintas di simpang empat tersebut. Menurutnya, keberadaan traffic light yang berfungsi dapat memberikan jeda bagi kendaraan kapan harus berhenti dan kapan harus berjalan, sehingga kemacetan bisa lebih mudah diurai. \u201cKalau itu traffic light atau lampu pengatur lalu lintas itu diaktifkan, saya kira kemacetan itu mungkin bisa diurai,\u201d pungkas Sampri. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Kemacetan yang kerap terjadi di simpang empat Jalan Pattimura dan Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang, mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sampri Shaputra. Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan dan lampu lalu lintas yang mati menjadi faktor utama kemacetan di kawasan tersebut. \u201cMeminta Dishub Kota Samarinda agar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":134503,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[11886],"class_list":["post-134502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-sampri-shaputra"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134502"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134678,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134502\/revisions\/134678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/134503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}