{"id":134505,"date":"2025-09-05T14:04:22","date_gmt":"2025-09-05T06:04:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=134505"},"modified":"2025-09-07T14:14:33","modified_gmt":"2025-09-07T06:14:33","slug":"sampri-shaputra-potensi-parkir-bisa-capai-rp30-miliar-per-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sampri-shaputra-potensi-parkir-bisa-capai-rp30-miliar-per-tahun\/","title":{"rendered":"Transparansi Parkir Jadi Kunci Peningkatan PAD Kota Samarinda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"460\" data-end=\"868\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Potensi sektor perparkiran di Kota Samarinda dinilai bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan jika dikelola secara maksimal. Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sampri Shaputra, menekankan bahwa peningkatan PAD dari sektor parkir bukan hanya soal penerimaan, tetapi juga terkait transparansi pengelolaan dana agar hasilnya benar-benar masuk ke kas daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"870\" data-end=\"1039\">\u201cKita mendorong pemerintah ini meningkatkan PAD itu misalnya dari sektor perparkiran,\u201d ujar Sampri saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (04\/09\/2025) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1041\" data-end=\"1369\">Menurut Sampri, hampir seluruh masyarakat yang menggunakan fasilitas parkir di Samarinda selalu membayar retribusi. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pemasukan dari sektor ini cukup besar. \u201cKita tahu hampir seluruh masyarakat di Samarinda ini ketika parkir tidak ada mereka itu yang tidak gratis, rata-rata membayar,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1371\" data-end=\"1698\">Meski begitu, Sampri menyoroti persoalan transparansi aliran dana parkir. Ia mempertanyakan apakah uang yang dibayarkan masyarakat benar-benar masuk ke kas daerah atau justru masuk ke kantung pribadi pihak tertentu. \u201cCuma kita tidak tahu pembayarannya apakah masuk ke daerah atau masuk ke kantung, kantung pribadi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1700\" data-end=\"2209\">Sampri mengingatkan bahwa masyarakat sudah menunaikan kewajibannya dengan membayar retribusi sesuai ketentuan yang berlaku. \u201cPadahal masyarakat ini sudah menunaikan kewajibannya,\u201d ucapnya. Oleh karena itu, pengelolaan dana parkir harus memastikan uang hasil retribusi digunakan kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. \u201cNah, harapan kita masyarakat tunaikan itu, uangnya itu tepat sasaran masuk ke kas negara yang kemudian itu tujuannya kembali kepada masyarakat untuk pembangunan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2211\" data-end=\"2567\">Lebih lanjut, Sampri menekankan bahwa sektor parkir memiliki potensi pemasukan yang besar jika dikelola dengan baik. Berdasarkan perhitungan perkiraan, pendapatan dari sektor parkir di Samarinda bisa mencapai angka yang signifikan setiap tahunnya. \u201cPotensi pendapatannya besar itu, ini bisa kita mendapatkan 20 sampai 30 miliar per tahun,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2569\" data-end=\"2757\">Dengan potensi sebesar itu, ia menyayangkan jika sektor perparkiran tidak dimanfaatkan untuk menambah PAD secara optimal. \u201cPotensi ini besar, kenapa tidak dikelola dengan baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2759\" data-end=\"3087\">Sampri menegaskan, upaya optimalisasi PAD tidak harus selalu membebani masyarakat dengan pungutan baru. Yang dibutuhkan hanyalah pengelolaan potensi yang sudah ada dengan tepat dan transparan. \u201cKita mendorong pemerintah kita untuk meningkatkan PAD itu, tidak mesti harus kita langsung menusuk ke jantung masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3089\" data-end=\"3319\">Ia berharap penerimaan PAD dari sektor parkir dapat dicapai tanpa menimbulkan beban tambahan bagi warga. \u201cUntuk itu, mudah-mudahan dengan cara-cara ini target PAD kita tercapai, tapi masyarakat juga tidak terbebani,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3321\" data-end=\"3640\">Optimalisasi sektor parkir tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga bisa memperkuat tata kelola kota. Dengan pengelolaan yang baik, Samarinda bisa memanfaatkan potensi PAD dari parkir sebagai sumber pembangunan, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transparansi penggunaan anggaran publik. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Potensi sektor perparkiran di Kota Samarinda dinilai bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan jika dikelola secara maksimal. Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sampri Shaputra, menekankan bahwa peningkatan PAD dari sektor parkir bukan hanya soal penerimaan, tetapi juga terkait transparansi pengelolaan dana agar hasilnya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":134506,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[923,11886],"class_list":["post-134505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-pad","tag-sampri-shaputra"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134505"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134687,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134505\/revisions\/134687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/134506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}