{"id":134925,"date":"2025-09-08T09:40:33","date_gmt":"2025-09-08T01:40:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=134925"},"modified":"2025-09-08T09:40:33","modified_gmt":"2025-09-08T01:40:33","slug":"sampah-medis-tersebar-di-pasar-bua-investigasi-dinkes-berlanjut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sampah-medis-tersebar-di-pasar-bua-investigasi-dinkes-berlanjut\/","title":{"rendered":"Sampah Medis Tersebar di Pasar Bua, Investigasi Dinkes Berlanjut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"373\" data-end=\"686\"><strong>SULAWESI SELATAN<\/strong> \u2013 Penemuan limbah medis di Pasar Tradisional Bua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat. Warga khawatir keberadaan limbah berbahaya itu dapat mengancam kesehatan, apalagi lokasinya berada di ruang publik yang setiap hari dipadati aktivitas jual beli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"688\" data-end=\"876\">\u201cIni berbahaya, kenapa sampah medis yang seharusnya dikelola khusus bisa ada di pasar begini,\u201d kata Jumardi, salah seorang warga, saat dikonfirmasi di lokasi penemuan, Minggu (07\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"878\" data-end=\"1246\">Temuan itu segera ditindaklanjuti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu. Kepala Dinkes Luwu, dr Rosnawary Basir, turun langsung bersama tim kesehatan masyarakat, termasuk Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, untuk melakukan penelusuran. Mereka mendatangi Puskesmas Bua serta sejumlah klinik pratama di sekitar pasar guna memastikan asal-usul limbah medis tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1273\" data-end=\"1512\">Rosnawary menegaskan, limbah medis yang tercecer itu bukan berasal dari fasilitas kesehatan di Bua. \u201cKami sudah melakukan pengecekan, terutama di Puskesmas Bua, untuk memastikan pengelolaan limbah medis berjalan sesuai standar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1514\" data-end=\"1732\">Di Puskesmas Bua, petugas memastikan limbah medis dipilah, dikumpulkan, dan disimpan di ruang khusus yang terkunci sebelum diangkut oleh pihak ketiga. Botol infus juga dikelola langsung oleh petugas, sesuai prosedur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1734\" data-end=\"2154\">Namun, kondisi limbah yang ditemukan di pasar justru berbeda. Botol infus yang tercecer sudah dalam keadaan terpotong, bahkan beberapa bagian hilang. Lebih jauh, tim menemukan botol infus dengan nama pasien berinisial tertentu serta botol berlabel obat golongan antinyeri narkotika. \u201cObat tersebut hanya tersedia di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, bukan di Puskesmas atau klinik pratama di Bua,\u201d jelas Rosnawary.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2182\" data-end=\"2501\">Berdasarkan temuan itu, Dinas Kesehatan memastikan sampah medis di Pasar Bua tidak berasal dari Puskesmas maupun klinik setempat. Meski demikian, Dinkes tidak tinggal diam. Rosnawary menyebut pihaknya akan memperkuat pengawasan sekaligus mengintensifkan sosialisasi kepada seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama. \u201cKami akan lakukan refreshing agar tenaga kesehatan lebih memahami dan mematuhi standar operasional prosedur dalam pengelolaan limbah medis,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2659\" data-end=\"2913\">Selain langkah internal, Dinkes juga mendorong masyarakat untuk melaporkan segera jika kembali menemukan sampah medis di tempat umum. Keberadaan limbah medis di ruang publik termasuk pelanggaran serius karena tergolong Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2935\" data-end=\"3224\">Bagi warga sekitar, kejelasan asal-usul limbah medis sangat penting. Selain menimbulkan rasa was-was, limbah tersebut juga menodai citra pasar tradisional sebagai pusat perekonomian masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengusut tuntas agar peristiwa serupa tidak terulang. []\n<p data-start=\"2935\" data-end=\"3224\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SULAWESI SELATAN \u2013 Penemuan limbah medis di Pasar Tradisional Bua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat. Warga khawatir keberadaan limbah berbahaya itu dapat mengancam kesehatan, apalagi lokasinya berada di ruang publik yang setiap hari dipadati aktivitas jual beli. \u201cIni berbahaya, kenapa sampah medis yang seharusnya dikelola khusus bisa ada di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":134927,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,9393],"tags":[10302],"class_list":["post-134925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-sulawesi-selatan","tag-sulawesi-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134930,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134925\/revisions\/134930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/134927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}