{"id":135781,"date":"2025-09-11T10:06:06","date_gmt":"2025-09-11T02:06:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=135781"},"modified":"2025-09-11T10:06:06","modified_gmt":"2025-09-11T02:06:06","slug":"dprd-samarinda-soroti-rendahnya-cinta-budaya-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-soroti-rendahnya-cinta-budaya-lokal\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Cinta Budaya Lokal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"659\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"15\">SAMARINDA &#8211;<\/strong> Rendahnya kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal dinilai menjadi salah satu penyebab Samarinda kurang menonjol sebagai kota tujuan wisata. Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan bahwa hal ini juga berkaitan dengan perilaku masyarakat yang masih abai terhadap lingkungan. \u201cKita perlu budaya-budaya, maksudnya karakter-karakter, dari Kota Samarinda ini seperti apa, ternyata kita nggak cinta, nggak cinta lingkungan, karena sampah-sampah tapi ini akan menghambat orang datang ke Kota Samarinda,\u201d ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu (10\/09\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"661\" data-end=\"1134\">Puji menyoroti fenomena masyarakat yang lebih senang menghabiskan waktu liburan di luar daerah dibandingkan mengenal dan menikmati budaya sendiri. \u201cLalu kita lebih senang keluar daripada kita ke dalam, ya,\u201d katanya. Ia menilai kecenderungan ini semakin memperlihatkan lemahnya apresiasi terhadap potensi wisata dan budaya Samarinda. \u201cMencintai budaya sendiri itu kita lebih senang ke Bali, ke mana-mana yang tentunya pariwisata atau budaya mereka lebih tinggi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1136\" data-end=\"1616\">Ia juga menyinggung perbandingan dengan daerah tetangga seperti Kutai Kartanegara yang masih memiliki kekayaan budaya tinggi. Menurutnya, minimnya kesadaran masyarakat Samarinda untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal menjadi hambatan nyata bagi perkembangan pariwisata kota. \u201cWalaupun kita punya budaya yang nilai budaya yang tinggi di Kukar tapi tidak perlu pemahaman budaya, cinta budaya di masyarakat Kota Samarinda itu belum tinggi, itu juga jadi hambatan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1618\" data-end=\"1964\">Lebih jauh, Puji menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah dalam memberikan dukungan nyata, baik melalui kebijakan maupun alokasi anggaran. \u201cJadi, kita lihat adalah bagaimana sebenarnya keberpihakan anggaran atau kebijakan anggaran dari pemerintah kota ini untuk pemajuan dan pelestarian budaya Kota Samarinda bisa ditingkatkan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1966\" data-end=\"2213\">Ia menambahkan, langkah tersebut bisa membuka ruang bagi budaya lokal untuk berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata baru. \u201cKami tadi ada pemikiran begini, selama ini ada kementerian budayanya sekarang, kalau dulu dijadikan satu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2215\" data-end=\"2642\">Puji mengusulkan agar bidang kebudayaan dipisahkan dari sektor pendidikan agar fokus pengembangan bisa lebih maksimal. \u201cItu alangkah bagusnya kalau di Kota Samarinda ini juga dipisah, antara pendidikan, kebudayaan,\u201d katanya. Namun, ia juga menilai kebudayaan dapat digabungkan dengan pariwisata agar pengelolaan serta promosi berjalan lebih kuat. \u201cKalau mungkin kebudayaan bisa digabungkan dengan pariwisata, gitu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2644\" data-end=\"2866\">Ia memastikan usulan tersebut akan segera disampaikan kepada pemerintah kota agar kebijakan pengembangan kebudayaan bisa lebih terarah. \u201cIni yang mungkin maksudnya nanti akan kita usulkan ke pemerintah kota,\u201d pungkasnya.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"2644\" data-end=\"2866\">Penulis:\u00a0 Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Rendahnya kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal dinilai menjadi salah satu penyebab Samarinda kurang menonjol sebagai kota tujuan wisata. Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan bahwa hal ini juga berkaitan dengan perilaku masyarakat yang masih abai terhadap lingkungan. \u201cKita perlu budaya-budaya, maksudnya karakter-karakter, dari Kota &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":135782,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[11932,11933],"class_list":["post-135781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-budayasamarinda","tag-pariwisatalokal"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135781"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":135848,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135781\/revisions\/135848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}