{"id":135812,"date":"2025-09-11T09:14:43","date_gmt":"2025-09-11T01:14:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=135812"},"modified":"2025-09-11T09:14:43","modified_gmt":"2025-09-11T01:14:43","slug":"faktor-ekonomi-hingga-akses-informasi-dorong-pernikahan-dini-di-paser","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/faktor-ekonomi-hingga-akses-informasi-dorong-pernikahan-dini-di-paser\/","title":{"rendered":"Faktor Ekonomi hingga Akses Informasi Dorong Pernikahan Dini di Paser"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>PASER <\/b>\u2013 Angka pernikahan anak di Kabupaten Paser masih terbilang tinggi. Data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mencatat, sejak Juli 2024 hingga Juli 2025 terdapat 103 anak menikah di bawah usia 19 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala DP2KBP3A Paser, Amir Faisol, menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, ada berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya perkawinan usia dini. \u201cJadi banyak faktor penyebabnya,\u201d kata Amir, Rabu (10\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut penyebab itu antara lain masalah ekonomi, sosial, kesehatan, pola asuh keluarga, hukum, agama, pendidikan, hingga budaya dan akses informasi. Dari sisi ekonomi, Amir menuturkan masih ada orangtua yang beranggapan menikahkan anak dapat meringankan beban keluarga. \u201cAda juga karena akses informasi yaitu peningkatan tontonan konten pornografi sejak Covid-19,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, pandangan agama kerap dijadikan alasan agar anak terhindar dari zina. Faktor pendidikan juga ikut berperan, sebab rendahnya kualitas pendidikan membuat sebagian orangtua lebih cepat menyetujui pernikahan anaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kabupaten Paser sendiri tidak tinggal diam. Amir menjelaskan bahwa camat, kepala desa, dan para aktivis perlindungan anak sudah dilibatkan dalam berbagai kegiatan untuk memperkuat strategi komunikasi, edukasi, dan pola pengasuhan yang lebih tepat. \u201cMereka telah diberikan bekal oleh Pemerintah Kabupaten Paser melalui kegiatan Pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap dampak perkawinan usia anak belum lama ini,\u201d kata Amir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, keterlibatan semua pihak dibutuhkan agar upaya pencegahan berjalan efektif. Pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi antara tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga keluarga agar pernikahan dini bisa ditekan. Dengan begitu, anak-anak di Paser dapat memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal tanpa harus kehilangan masa remajanya. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2013 Angka pernikahan anak di Kabupaten Paser masih terbilang tinggi. Data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mencatat, sejak Juli 2024 hingga Juli 2025 terdapat 103 anak menikah di bawah usia 19 tahun. Kepala DP2KBP3A Paser, Amir Faisol, menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, ada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":135815,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,26,477],"tags":[],"class_list":["post-135812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135812"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":135816,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135812\/revisions\/135816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}