{"id":136119,"date":"2025-09-12T11:09:44","date_gmt":"2025-09-12T03:09:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=136119"},"modified":"2025-09-12T11:09:44","modified_gmt":"2025-09-12T03:09:44","slug":"pakai-peci-hitam-noel-tunjukkan-gaya-baru-di-hadapan-penyidik-kpk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pakai-peci-hitam-noel-tunjukkan-gaya-baru-di-hadapan-penyidik-kpk\/","title":{"rendered":"Pakai Peci Hitam, Noel Tunjukkan Gaya Baru di Hadapan Penyidik KPK"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"396\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">JAKARTA \u2013<\/strong> Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, tampil dengan gaya yang berbeda ketika menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (11\/09\/2025). Pria yang akrab disapa Noel itu tampak mengenakan peci hitam saat keluar dari ruang pemeriksaan, sesuatu yang jarang terlihat sebelumnya. Ia mengaku nyaman dengan penampilan barunya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"398\" data-end=\"634\">\u201cKaga, lebih enak aje, biar lebih keren,\u201d kata Noel usai diperiksa penyidik KPK. Sambil mengenakan rompi oranye dan borgol di tangannya, ia menambahkan singkat, \u201cIni simbol,\u201d tanpa menjelaskan lebih jauh maksud dari pernyataannya itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"636\" data-end=\"924\">Noel menegaskan bahwa gaya barunya bukanlah bentuk kerinduan pada masa saat dirinya masih menjabat di kabinet dan biasa tampil mengenakan pakaian resmi. \u201cEnggak lah, enggak pakai jas,\u201d ujarnya seraya tertawa ringan sebelum diarahkan menuju mobil tahanan. \u201cThank you ya semua,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"926\" data-end=\"1259\">Saat ini, Noel tengah berstatus tersangka dalam perkara dugaan pemerasan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Ia ditetapkan bersama sepuluh orang lainnya. Penyidik menduga para tersangka mempersulit proses penerbitan sertifikat bila pihak terkait tidak menyerahkan sejumlah uang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1261\" data-end=\"1510\">Dana yang terkumpul dari praktik tersebut diduga mencapai Rp81 miliar dan mengalir ke sejumlah pejabat. Noel sendiri diduga menerima Rp3 miliar dan sebuah motor Ducati Scrambler pada Desember 2024, dua bulan setelah dilantik sebagai wakil menteri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1512\" data-end=\"1832\">Seusai diumumkan sebagai tersangka, Noel menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak. Ia juga membantah sempat terkena operasi tangkap tangan (OTT) dan menolak anggapan bahwa dirinya terlibat pemerasan. Dalam beberapa kesempatan, Noel menyebut dirinya berharap memperoleh amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1834\" data-end=\"2170\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Setelah penetapan status hukum tersebut, Presiden Prabowo memberhentikan Noel dari jabatannya sebagai Wamenaker. Kini, penyidikan masih berjalan untuk mendalami aliran dana dan peran setiap pihak yang terlibat. KPK memastikan proses hukum akan dilakukan secara transparan dan akuntabel agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum.[]\n<p data-start=\"1834\" data-end=\"2170\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, tampil dengan gaya yang berbeda ketika menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (11\/09\/2025). Pria yang akrab disapa Noel itu tampak mengenakan peci hitam saat keluar dari ruang pemeriksaan, sesuatu yang jarang terlihat sebelumnya. Ia mengaku nyaman dengan penampilan barunya tersebut. \u201cKaga, lebih enak aje, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":136120,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,481,35],"tags":[],"class_list":["post-136119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kasus","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":136121,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136119\/revisions\/136121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/136120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}