{"id":136305,"date":"2025-09-13T09:23:27","date_gmt":"2025-09-13T01:23:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=136305"},"modified":"2025-09-13T09:23:27","modified_gmt":"2025-09-13T01:23:27","slug":"kepuasan-masyarakat-ke-disdikbud-kubar-tembus-angka-80","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kepuasan-masyarakat-ke-disdikbud-kubar-tembus-angka-80\/","title":{"rendered":"Kepuasan Masyarakat ke Disdikbud Kubar Tembus Angka 80"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"333\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"17\">KUTAI BARAT \u2013<\/strong> Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat merilis hasil Survei Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk semester I tahun 2025 dengan nilai rata-rata 80,46 dan skor 3,218 pada skala 1\u20134. Capaian ini dianggap sebagai dorongan positif bagi peningkatan mutu layanan di bidang pendidikan dan kebudayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"335\" data-end=\"823\">Kepala Disdikbud Kutai Barat, Robertus Leopold Bandarsyah, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang turut memberikan penilaian melalui survei tersebut. Ia menilai keikutsertaan publik menjadi bukti adanya kepedulian terhadap kualitas pelayanan pemerintah. \u201cIndeks ini adalah bentuk penilaian nyata dari masyarakat. Kami akan menjadikannya motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan yang profesional dan sesuai harapan publik,\u201d ujarnya, Jumat (12\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"825\" data-end=\"1214\">Bandarsyah mengakui bahwa meski hasil yang dicapai tergolong baik, sejumlah unsur pelayanan masih membutuhkan perhatian serius. Tiga aspek dengan skor paling rendah yakni kesesuaian persyaratan layanan (3,169), kompetensi petugas (3,102), dan kecepatan pelayanan (3,068). \u201cKetiga aspek ini akan menjadi fokus utama kami ke depan agar pelayanan semakin efektif dan berkualitas,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1216\" data-end=\"1508\">Ia menegaskan, Survei Kepuasan Masyarakat tidak sekadar angka, melainkan sarana evaluasi yang membuka ruang transparansi antara pemerintah daerah dan publik. Dengan adanya penilaian ini, dinas dapat mengetahui area yang harus diperbaiki sekaligus mengukur efektivitas program yang berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1510\" data-end=\"1890\">Bandarsyah juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan masukan yang membangun. Menurutnya, setiap saran akan menjadi modal untuk memperbaiki dan mengembangkan layanan pendidikan maupun kebudayaan di daerah. \u201cKami mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkomitmen bersama membangun layanan pendidikan dan kebudayaan yang lebih baik di Kutai Barat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1892\" data-end=\"2335\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Hasil IKM yang dipublikasikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya pelayanan publik yang berkualitas. Disdikbud berencana menyusun langkah konkret guna memperkuat kompetensi aparatur, memperbaiki prosedur layanan, serta memastikan waktu penyelesaian setiap layanan lebih cepat dan tepat. Dengan dukungan masyarakat, instansi ini optimistis dapat mencapai target yang lebih tinggi pada survei berikutnya.[]\n<p data-start=\"1892\" data-end=\"2335\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI BARAT \u2013 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat merilis hasil Survei Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk semester I tahun 2025 dengan nilai rata-rata 80,46 dan skor 3,218 pada skala 1\u20134. Capaian ini dianggap sebagai dorongan positif bagi peningkatan mutu layanan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Kepala Disdikbud Kutai Barat, Robertus Leopold Bandarsyah, menyampaikan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":136307,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,483],"tags":[],"class_list":["post-136305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-barat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=136305"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":136309,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/136305\/revisions\/136309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/136307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=136305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=136305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=136305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}