{"id":137114,"date":"2025-09-11T16:32:03","date_gmt":"2025-09-11T08:32:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=137114"},"modified":"2025-09-16T16:56:05","modified_gmt":"2025-09-16T08:56:05","slug":"reza-fachlevi-kerusakan-jalan-nasional-kaltim-hambat-ekonomi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/reza-fachlevi-kerusakan-jalan-nasional-kaltim-hambat-ekonomi-daerah\/","title":{"rendered":"Reza Fachlevi: Kerusakan Jalan Nasional Kaltim Hambat Ekonomi Daerah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"325\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"15\">SAMARINDA \u2013<\/strong> Permasalahan jalan yang hampir putus di jalur Kota Sangatta\u2013Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, menjadi cerminan kondisi ruas nasional di Kalimantan Timur yang rentan bencana. Komisi III Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kaltim mengungkap, sedikitnya ada 169 titik jalan nasional di provinsi ini yang masuk kategori rawan kerusakan serius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"327\" data-end=\"607\">\u201cIni sangat miris sekali,&#8221; ujar Akhmed Reza Fachlevi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Rabu (10\/09\/2025). Ia menilai kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan dan memperlambat laju ekonomi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"609\" data-end=\"963\">Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, penanganan yang dilakukan selama ini belum mampu menjawab persoalan mendasar. Dalam catatan DPRD, perbaikan hanya menyentuh 10 hingga 15 titik setiap tahun. \u201cPenanganan itu juga tidak signifikan. Kalau pola ini terus dipertahankan, maka kerusakan besar jalan di Kaltim hanya tinggal menunggu waktu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"965\" data-end=\"1331\">Reza mencontohkan kondisi di Kilometer 28, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ruas tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kutai Kartanegara dengan Kutai Barat. Kerusakan serupa, tambahnya, juga dapat ditemui di sejumlah wilayah pesisir Kukar yang membutuhkan perhatian serius. \u201cSemua butuh tindak lanjut segera,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1333\" data-end=\"1710\">Ia mengingatkan pentingnya langkah pencegahan yang menyeluruh agar kerugian masyarakat tidak semakin besar dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, strategi mitigasi harus menjadi prioritas semua pihak, bukan hanya menunggu jalan ambruk baru kemudian diperbaiki. \u201cPencegahan harus jadi prioritas bersama, bukan sekadar menunggu jalan ambruk dulu baru diperbaiki,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1712\" data-end=\"2025\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Komisi III DPRD Kaltim menyatakan siap mendorong koordinasi lintas instansi, termasuk pemerintah pusat, agar perbaikan jalan nasional di Kalimantan Timur dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Upaya itu diharapkan mampu menciptakan akses transportasi yang aman, lancar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p data-start=\"1712\" data-end=\"2025\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Permasalahan jalan yang hampir putus di jalur Kota Sangatta\u2013Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, menjadi cerminan kondisi ruas nasional di Kalimantan Timur yang rentan bencana. Komisi III Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kaltim mengungkap, sedikitnya ada 169 titik jalan nasional di provinsi ini yang masuk kategori rawan kerusakan serius. \u201cIni sangat miris sekali,&#8221; ujar Akhmed &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":137120,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[6747],"class_list":["post-137114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-akhmed-reza-fachlevi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137114"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137121,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137114\/revisions\/137121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}