{"id":137141,"date":"2025-09-17T08:35:58","date_gmt":"2025-09-17T00:35:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=137141"},"modified":"2025-09-17T09:30:31","modified_gmt":"2025-09-17T01:30:31","slug":"dprd-kaltim-apresiasi-peresmian-patung-lembuswana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-kaltim-apresiasi-peresmian-patung-lembuswana\/","title":{"rendered":"DPRD Kaltim Apresiasi Peresmian Patung Lembuswana"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA <\/strong>\u2013 Patung ikonik Lembuswana kini resmi berdiri di dua titik strategis di Kota Samarinda, yakni di Bundaran Stadion Utama Palaran dan di area Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. Peresmian secara simbolis dilaksanakan di Bundaran Stadion Utama Palaran, Jalan Stadion Utama, Kecamatan Palaran, pada Rabu 10 September 2025. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran patung Lembuswana mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Subandi, menilai keberadaan patung tersebut sarat nilai sejarah sekaligus filosofi yang penting bagi masyarakat Kaltim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya mengapresiasi atas peresmian patung Lembuswana yang menjadi sebuah tanda masuk ke Ibu Kota Kaltim dan menjadi ciri khas serta sebagai bentuk peduli kepada kearifan lokal,\u201d ujar Subandi kepada awak media saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (16\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Subandi menyampaikan pandangannya terkait penempatan patung tersebut. Menurutnya, Bundaran Stadion Utama Palaran akan lebih tepat jika dihiasi patung Pesut Mahakam. Hal itu karena lokasinya berada di pintu masuk Kota Samarinda melalui jalan tol Samarinda\u2013Balikpapan. Selain itu, Pesut Mahakam merupakan ikon khas Samarinda yang sudah dikenal luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi kalau bentuk patung Lembuswana diletakkan di sisi bandara masih masuk akal. Kalau dari sisi Palaran, menurut saya mengapa tidak patung pesut yang selama ini menjadi maskotnya Samarinda,\u201d kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Samarinda ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga mengingatkan pentingnya perawatan ikon kota. Ia menyoroti banyaknya patung maupun simbol khas Samarinda dan Kaltim yang tidak terawat, baik di ruang terbuka hijau maupun di sejumlah titik batas wilayah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan sampai maskot yang ada ditumbuhi rumput dan berlumut. Jadi, ini menjadi ikon baru harusnya nanti dirawat serta dijaga. Artinya, harus dianggarkan terkait mantenennya supaya menambah estetika Samarinda,\u201d tutur politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai informasi, pembangunan patung Lembuswana didanai melalui hibah APBD Kaltim tahun anggaran 2023\u20132024 kepada Lembaga Budaya Adat Kutai. Patung di Bundaran Stadion Palaran dibangun di atas lahan seluas 38 meter persegi dengan nilai kontrak Rp900 juta. Sementara itu, patung di depan Bandara APT Pranoto berdiri di lahan seluas 78 meter persegi dengan nilai kontrak sekitar Rp1 miliar. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Patung ikonik Lembuswana kini resmi berdiri di dua titik strategis di Kota Samarinda, yakni di Bundaran Stadion Utama Palaran dan di area Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. Peresmian secara simbolis dilaksanakan di Bundaran Stadion Utama Palaran, Jalan Stadion Utama, Kecamatan Palaran, pada Rabu 10 September 2025. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":137155,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,14],"tags":[12038],"class_list":["post-137141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-parlementaria-dprd-kaltim","tag-anggota-komisi-iii-subandi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137141"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137191,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137141\/revisions\/137191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}