{"id":137197,"date":"2025-09-17T09:47:56","date_gmt":"2025-09-17T01:47:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=137197"},"modified":"2025-09-17T09:47:56","modified_gmt":"2025-09-17T01:47:56","slug":"dlh-pontianak-hadirkan-solusi-sampah-plastik-jadi-sumber-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dlh-pontianak-hadirkan-solusi-sampah-plastik-jadi-sumber-energi\/","title":{"rendered":"DLH Pontianak Hadirkan Solusi Sampah Plastik Jadi Sumber Energi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"114\" data-end=\"434\"><strong data-start=\"114\" data-end=\"127\">PONTIANAK<\/strong> \u2013 Upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak dalam mengolah sampah plastik menjadi minyak bakar mendapat perhatian luas dari masyarakat. Program ini tidak hanya dianggap sebagai langkah penghematan anggaran, tetapi juga dipandang mampu mengurangi beban lingkungan akibat penumpukan sampah plastik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"436\" data-end=\"922\">Linda, salah seorang warga Pontianak, menilai terobosan tersebut memberikan dampak ganda. Selain mengurangi limbah yang sebelumnya mencemari lingkungan, hasil pengolahan sampah dapat kembali dimanfaatkan sebagai energi alternatif.<br data-start=\"666\" data-end=\"669\" \/>\u201cMenurutku bagus sih, jadi sebuah inovasi yang bisa membuat perubahan juga untuk lingkungan. Sampah-sampah yang sebelumnya menumpuk dan merusak, kini bisa diubah jadi sumber energi. Itu menurutku inovasi besar,\u201d ungkap Linda, Selasa,(16\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"924\" data-end=\"1334\">Pendapat senada disampaikan Saputri, warga lainnya. Ia menilai langkah pemerintah kota melalui DLH merupakan terobosan yang harus diteruskan karena masyarakat ikut merasakan manfaatnya. \u201cKalau saya lihat ini bukan cuma hemat biaya, tapi juga membantu kita sebagai masyarakat. Sampah yang tadinya bikin lingkungan kotor bisa punya nilai guna. Jadi menurut saya pemerintah sudah tepat melakukannya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1336\" data-end=\"1782\">Selain dianggap mampu menekan biaya pengelolaan sampah, program ini juga diyakini dapat menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Harapan agar inovasi tersebut terus dikembangkan juga muncul dari masyarakat. \u201cSemoga tidak berhenti sampai di sini, karena kalau konsisten, kota kita bisa lebih bersih dan nyaman. Masyarakat juga jadi lebih sadar pentingnya mengurangi sampah plastik,\u201d ujar Linda menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1784\" data-end=\"2074\">Program inovatif ini dinilai sejalan dengan kebutuhan kota besar seperti Pontianak yang setiap hari menghasilkan volume sampah cukup tinggi. Dengan adanya pengolahan menjadi minyak bakar, sampah plastik tidak lagi hanya berakhir di tempat pembuangan, melainkan mampu memberi nilai tambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2076\" data-end=\"2397\">Langkah DLH Pontianak juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk menciptakan solusi kreatif dalam mengatasi persoalan sampah. Masyarakat pun semakin optimistis jika inovasi ini dijalankan secara berkelanjutan, kualitas lingkungan kota akan semakin membaik dan peluang energi alternatif semakin terbuka. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2076\" data-end=\"2397\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak dalam mengolah sampah plastik menjadi minyak bakar mendapat perhatian luas dari masyarakat. Program ini tidak hanya dianggap sebagai langkah penghematan anggaran, tetapi juga dipandang mampu mengurangi beban lingkungan akibat penumpukan sampah plastik. Linda, salah seorang warga Pontianak, menilai terobosan tersebut memberikan dampak ganda. Selain mengurangi limbah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":137198,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[329],"class_list":["post-137197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137197"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137199,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137197\/revisions\/137199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}