{"id":137461,"date":"2025-09-18T11:05:31","date_gmt":"2025-09-18T03:05:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=137461"},"modified":"2025-09-18T11:05:31","modified_gmt":"2025-09-18T03:05:31","slug":"percasi-malinau-gunakan-olahraga-untuk-branding-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/percasi-malinau-gunakan-olahraga-untuk-branding-daerah\/","title":{"rendered":"Percasi Malinau Gunakan Olahraga untuk Branding Daerah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"310\" data-end=\"587\"><strong>MALINAU<\/strong> \u2013 Upaya memperkenalkan potensi daerah ke panggung dunia terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Malinau. Salah satunya melalui inisiatif Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Malinau yang berencana menyelenggarakan kejuaraan catur berskala internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"589\" data-end=\"869\">Ketua Percasi Malinau, Jakaria, menyebutkan agenda ini masih dalam tahap pembahasan jadwal, dengan perkiraan pelaksanaan antara akhir November atau awal Desember 2025. \u201cKalau sesuai jadwal dari Percasi, sekitar akhir November atau awal Desember,\u201d ujar Jakaria, Rabu (17\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"871\" data-end=\"1211\">Selain menjabat sebagai Ketua Percasi, Jakaria juga merupakan Wakil Bupati Malinau. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kejuaraan bukan hanya sebatas pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi media strategis dalam promosi daerah. \u201cKalau tidak terlaksana tahun ini, mungkin tahun depan event internasional ini akan kita gelar,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1213\" data-end=\"1554\">Rencana ini dinilai sejalan dengan visi Malinau sebagai daerah dengan kekayaan alam dan keunikan budaya yang patut dikenal lebih luas. Menurut Jakaria, olahraga dan budaya memiliki kekuatan besar untuk menarik perhatian internasional. \u201cKita ingin mempromosikan Malinau sebagai paru-paru dunia melalui event olahraga dan budaya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1556\" data-end=\"1842\">Malinau memiliki karakter berbeda dibanding wilayah lain di Kalimantan Utara. Letaknya yang tidak menjadi pintu masuk utama justru menuntut strategi khusus agar lebih diperhitungkan. Turnamen catur ini diharapkan mampu menjadi magnet yang mendatangkan pengunjung dari berbagai negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1844\" data-end=\"2140\">Bagi Percasi Malinau, inisiatif ini sekaligus menjadi momentum membangun citra daerah sebagai tuan rumah kegiatan berskala global. Selain meningkatkan gairah olahraga catur di kalangan masyarakat, event internasional tersebut juga dapat memperluas jejaring dan peluang kerja sama lintas negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2142\" data-end=\"2475\">Jika rencana ini terealisasi, Malinau akan menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berhasil menggunakan olahraga untuk memperkuat identitas sekaligus promosi daerah. Kejuaraan catur internasional nantinya diproyeksikan sebagai pintu awal agar Malinau lebih dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pentas dunia. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2142\" data-end=\"2475\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALINAU \u2013 Upaya memperkenalkan potensi daerah ke panggung dunia terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Malinau. Salah satunya melalui inisiatif Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Malinau yang berencana menyelenggarakan kejuaraan catur berskala internasional. Ketua Percasi Malinau, Jakaria, menyebutkan agenda ini masih dalam tahap pembahasan jadwal, dengan perkiraan pelaksanaan antara akhir November atau awal Desember 2025. \u201cKalau sesuai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":137462,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2291],"tags":[2705],"class_list":["post-137461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-malinau-provinsi-kalimantan-utara","tag-malinau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137461"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137463,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137461\/revisions\/137463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}