{"id":137762,"date":"2025-09-19T16:46:13","date_gmt":"2025-09-19T08:46:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=137762"},"modified":"2025-09-20T16:56:04","modified_gmt":"2025-09-20T08:56:04","slug":"dprd-dorong-samarinda-perbanyak-festival-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-dorong-samarinda-perbanyak-festival-budaya\/","title":{"rendered":"DPRD Dorong Samarinda Perbanyak Festival Budaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"315\" data-end=\"643\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Upaya mendorong pertumbuhan wisata dan ekonomi masyarakat Samarinda terus menjadi perhatian wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menekankan perlunya memperluas penyelenggaraan festival di berbagai wilayah kota, tidak hanya terfokus pada acara besar yang sudah rutin berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"645\" data-end=\"855\">\u201cJadi beberapa waktu yang lalu ada pertemuan kemudian dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda,\u201d ujar Ismail saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (18\/09\/2025) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"857\" data-end=\"1075\">Ismail mengungkapkan dalam pertemuan tersebut ia mengusulkan agar selain Festival Mahakam yang sudah menjadi agenda tahunan, perlu ada festival lain di wilayah-wilayah yang memiliki potensi budaya dan kearifan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1077\" data-end=\"1290\">\u201cJadi waktu itu kita sampaikan di Samarinda ini sudah ada Festival Mahakam dan ada tercatat beberapa, dan boleh kemudian di steling itu kita bisa buat festival juga, itu saya sampaikan secara langsung,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1292\" data-end=\"1506\">Menurut Ismail, usulan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Disporapar Samarinda yang membuka peluang penyelenggaraan festival di kawasan dengan komunitas homogen yang memiliki ciri khas budaya tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1508\" data-end=\"1642\">\u201cPak Kadis membolehkan, jadi di steling juga dibuatkan festival, mengingat wilayah di sana itu ada komunitas yang homogen,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1644\" data-end=\"1975\">Ismail menilai festival yang menampilkan kesenian lokal, seperti tarian daerah, pencak silat, hingga atraksi budaya lain, akan menjadi daya tarik wisata. \u201cMungkin tarian lokal dari masyarakat setempat, pencak silat dari masyarakat setempat, atau apapun itu, yang tujuan meningkatkan kunjungan wisata di Kota Samarinda,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1977\" data-end=\"2305\">Ia menegaskan, pengalaman di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia menunjukkan festival budaya terbukti mampu mendatangkan wisatawan. \u201cKarena kalau kita lihat kemudian di daerah yang lain, kabupaten kota yang lain, salah satu di antara yang meningkatkan kunjungan wisata itu adalah adanya festival-festival itu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2307\" data-end=\"2595\">Selain mendorong ragam festival, Ismail menekankan pentingnya memperhatikan kualitas fasilitas wisata. Menurutnya, kenyamanan pengunjung harus dijaga agar meninggalkan kesan positif. \u201cAdapun fasilitas ditambah, diperbaiki sehingga kenyamanan pengunjung itu harus diperhatikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2597\" data-end=\"2972\">Ismail optimistis dengan semakin banyak festival digelar, potensi wisata Samarinda akan makin berkembang. \u201cDengan membuat festival-festival itu atau wilayah tempat-tempat yang yang memungkinkan kemudian untuk menjadi tempat tujuan wisata itu akan menarik kunjungan untuk datang kemudian, baik dari masyarakat kita sendiri, warga Kota Samarinda, maupun dari luar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2974\" data-end=\"3299\">Ia menambahkan, peningkatan jumlah wisatawan akan membawa dampak langsung terhadap roda perekonomian. \u201cKarena kalau seandainya kemudian hidup, maka ekonomi masyarakat kita juga hidup, roda ekonomi di kota kita juga kemudian akan baik, dan ini yang kemudian meminimalisir tingkat kriminalitas di Kota Samarinda,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Upaya mendorong pertumbuhan wisata dan ekonomi masyarakat Samarinda terus menjadi perhatian wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menekankan perlunya memperluas penyelenggaraan festival di berbagai wilayah kota, tidak hanya terfokus pada acara besar yang sudah rutin berjalan. \u201cJadi beberapa waktu yang lalu ada pertemuan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":137763,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[11235],"class_list":["post-137762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-ismail-latisi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137762"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137977,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137762\/revisions\/137977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}