{"id":137765,"date":"2025-09-19T16:48:57","date_gmt":"2025-09-19T08:48:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=137765"},"modified":"2025-09-20T16:52:50","modified_gmt":"2025-09-20T08:52:50","slug":"peluang-kerja-di-samarinda-masih-terbuka-asal-tidak-pilih-pilih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peluang-kerja-di-samarinda-masih-terbuka-asal-tidak-pilih-pilih\/","title":{"rendered":"Peluang Kerja di Samarinda Masih Terbuka, Asal Tidak Pilih-Pilih"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"413\" data-end=\"703\"><strong data-start=\"413\" data-end=\"426\">SAMARINDA<\/strong> \u2013 Persoalan ketenagakerjaan masih menjadi isu penting di Kota Samarinda. Salah satu hal yang menjadi sorotan ialah bagaimana memastikan putra-putri daerah mendapatkan kesempatan yang sama dalam dunia kerja, terutama di tengah persaingan dengan tenaga kerja dari luar daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"705\" data-end=\"950\">Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, anak muda Samarinda tidak boleh sampai tersisih atau kalah bersaing di kampung halamannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"952\" data-end=\"1119\">\u201cKemarin kita baru bahas perda tentang ketenagakerjaan, ini belum selesai, belum rampung,\u201d ujar Ismail saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (18\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1121\" data-end=\"1400\">Ia menjelaskan, aspirasi masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan tenaga kerja lokal sudah dimasukkan dalam rancangan peraturan daerah tersebut. Harapannya, perda itu dapat menjadi payung hukum yang jelas bagi pemerintah daerah dalam melindungi tenaga kerja asli Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1402\" data-end=\"1603\">\u201cCuma aspirasi seputar serapan tenaga lokal itu ada termuat di situ, supaya putra-putri daerah ini jangan sampai kemudian termarginalkan atau dianaktirikan dibandingkan kemudian orang luar,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1605\" data-end=\"1856\">Lebih lanjut, Ismail menyoroti data dari Dinas Ketenagakerjaan yang setiap tahun rutin menggelar bursa kerja atau job fair. Menurutnya, kegiatan tersebut cukup berhasil dalam menyalurkan tenaga kerja, meski masih menyisakan sejumlah catatan penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1858\" data-end=\"2030\">\u201cYang perlu kita lihat juga data dari Dinas Ketenagakerjaan, tiap tahun mereka mengadakan job fair dengan serapan tenaga kerja yang luar biasa, lumayan banyak,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2032\" data-end=\"2245\">Namun, di balik angka serapan yang cukup tinggi, ternyata masih banyak lowongan kerja yang tidak terisi. Salah satu penyebabnya ialah rendahnya minat pencari kerja lokal terhadap jenis pekerjaan yang ditawarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2247\" data-end=\"2410\">\u201cJadi, katanya justru lebih banyak lowongan kerja yang kosong, artinya ini data dari Dinas Ketenagakerjaan banyak kemudian yang bukan tidak terserap,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2412\" data-end=\"2560\">Ismail menilai fenomena ini berkaitan erat dengan kecenderungan generasi muda, terutama Gen Z, yang memilih pekerjaan instan, praktis, dan nyaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2562\" data-end=\"2706\">\u201cKayaknya masyarakat kita khususnya Gen Z ini tidak tertarik dengan tawaran lowongan tenaga kerja yang kemudian muncul di job fair,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2708\" data-end=\"2886\">Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Sebab, lapangan kerja sebenarnya tersedia, hanya saja tidak sesuai dengan preferensi sebagian besar pencari kerja muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2888\" data-end=\"3093\">\u201cIni jadi PR kita juga, artinya lowongan pekerjaan ada tapi tidak diminati oleh masyarakat kita khususnya kemudian tadi yang anak-anak muda mungkin maunya segera, cepat, yang nyaman, yang enak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3095\" data-end=\"3274\">Meski begitu, Ismail menekankan bahwa peluang kerja di Samarinda masih terbuka luas. Ia mengingatkan agar pencari kerja tidak terlalu selektif dalam menentukan bidang pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3276\" data-end=\"3427\">\u201cArtinya ini jadi catatan kita juga bahwa ternyata di Samarinda ini masih bisa kita dapatkan pekerjaan dengan catatan nggak pilih-pilih,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting Rasidah<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Persoalan ketenagakerjaan masih menjadi isu penting di Kota Samarinda. Salah satu hal yang menjadi sorotan ialah bagaimana memastikan putra-putri daerah mendapatkan kesempatan yang sama dalam dunia kerja, terutama di tengah persaingan dengan tenaga kerja dari luar daerah. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa penyerapan tenaga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":137766,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[11235],"class_list":["post-137765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-ismail-latisi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137765"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137765\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137971,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137765\/revisions\/137971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}